Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Juni 2018 | 12.35 WIB

Kompetisi di London, Tim Smart Car MCS Kekurangan Dana Rp 77 Juta

(kanan-kiri) Herman Amrullah, Thya Araujo, dan Sholahuddin Alayyubi dari tim Smart Car MCS UGM, Sabtu (23/6). - Image

(kanan-kiri) Herman Amrullah, Thya Araujo, dan Sholahuddin Alayyubi dari tim Smart Car MCS UGM, Sabtu (23/6).

JawaPos.com - Tiga orang mahasiswa asal Indonesia berhasil menembus kompetisi bergengsi internasional di bertajuk Shell Ideas360, di London, Inggris. Menyisihkan ribuan peserta dari ratusan negara, tim ini sukses mengusung gagasan mobil pintar (smart car) berbahan bakar sampah plastik rendah emisi.


Ialah Herman Amrullah, Sholahuddin Alayyubi, dan Thya Araujo, tiga mahasiswa Jurusan Teknik Kimia, Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berkontribusi mengharumkan nama Indonesia itu.


Kepada Kaltim Post (Jawa Pos Grup), Herman mengatakan, sesungguhnya penelitian soal mobil pintar sudah dilakukan sejak 2016. Herman mencoba ide tersebut dengan menganalisis dari suhu panas sepeda motor terlebih dulu.


Gagasan ini juga sudah pernah dia bawa dalam kompetisi internasional yang digelar di Indonesia beberapa waktu lalu. Tim terus memperbaiki hingga gagasan lebih sempurna seperti sekarang, mereka akhirnya unjuk gigi mengikuti lomba Shell.


"Waktu coba pakai suhu dari kendaraan motor, panasnya tidak mencapai kebutuhan 500 derajat celsius. Sementara dengan kendaraan besar seperti truk, tentu butuh bahan bakar lebih besar. Takutnya butuh reaktor yang lebih besar dan belum tahu bisa menguntungkan atau tidak," ucap bungsu dari tiga bersaudara tersebut, dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Grup), Sabtu (23/6).


Sesungguhnya kali ini merupakan tahun kedua bagi Herman mengikuti kompetisi Shell Ideas360. Tahun lalu, dia gagal dalam seleksi tahap pertama. Tak ingin putus asa, anak dari pasangan Amrullah Amony dan Nurjannah itu kembali mencoba. Ibarat ungkapan 'Usaha tak mengkhianati hasil', dia dan kawan akhirnya berhasil menembus babak final dalam kompetisi tahun ini.


Mencapai semua itu bukan perjalanan yang mudah. Mereka harus melalui dua tahapan seleksi. Pertama formulasi ide pada November 2017. Dalam tahap awal ini, tim mengirim abstrak dan gambaran ide secara umum beserta foto proses kerja.


Kompetitornya tidak main-main. Mereka berhadapan dengan 3.336 tim mahasiswa yang berasal dari berbagai universitas dari 140 negara dunia.


Berkat kerja keras, tim Smart Car MCS masuk seleksi tahapan kedua yaitu pengembangan gagasan. Proses ini berlangsung Februari 2018. Tim yang lolos harus mengirimkan proposal dan pembuatan video sebagai perkenalan ide. Total yang lolos dalam tahap kedua ini sekitar 65 tim.


Pertengahan Mei kemarin, Herman menerima kabar bahwa ide mereka masuk lima tim terbaik yang berkompetisi di babak final atau stage pitch. Nantinya, tim Smart Car MCS harus mempresentasikan inovasi kepada juri secara langsung di London, Inggris. Sekaligus mendapat pelatihan intensif dari Shell London. Para finalis akan berkumpul di kota dengan ikon Big Ben ini pada 2–8 Juli.


Perwakilan Indonesia akan melawan empat tim tangguh. Kompetitor berasal dari American University of Sharjah (UAE), University of Texas at Austin (USA), University of Bordeaux (Prancis), dan University of Melbourne (Australia).


"Saat presentasi nanti, kami bawa handout berupa buku 3D dan gambaran mobil pintar berbentuk miniatur. Presentasi dilakukan selama 15 menit dan tanya jawab 10 menit," ungkapnya.


Herman mengatakan, kompetisi ini merupakan pengalaman pertama berlomba di luar negeri. Tapi, kompetisi dalam negeri dan bertaraf internasional sudah sering dia jajal. Dia merasa, kali ini tantangan lomba jauh lebih sulit, begitu pula dengan kompetitor dan juri yang lebih profesional.


Kendala lain juga datang dari bahasa. Mereka berlomba di Inggris yang membutuhkan bahasa Inggris British untuk berkomunikasi. Dalam beberapa waktu terakhir, Herman terus berlatih bahasa tersebut. "Biasanya saya hanya gunakan Inggris Amerika. Jadi, selain mempersiapkan presentasi dan materi, kami perlu melatih bahasa," sebutnya.


Hal yang tak kalah penting yakni mencari dana. Ikut kompetisi di luar negeri membuat Herman harus berusaha mengumpulkan dana. Sebab, tak semua biaya menjadi tanggungan panitia.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore