
Mendagri Tjahjo Kumolo saat melihat gudang Kementerian Dalam Negeri di Jalan Raya Parung, Kemang, Bogor, Jawa Barat pada Rabu (30/5).
JawaPos.com - Meski telah menjelaskan akar permasalahan secara gamblang, polemik mengenai tercecernya e-KTP di Jalan Raya Salabenda Semplak, Kabupaten Bogor terus bergulir. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pun dituding telah melakukan penimbunan e-KTP dengan muatan politis.
Tak terima dengan tudingan itu, pada Rabu (30/5), Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo pun menggandeng awak media untuk melihat gudang Kementerian Dalam Negeri di Jalan Raya Parung, Kemang, Bogor, Jawa Barat pada Rabu (30/5). Politikus PDIP itu didampingi oleh Dirjen Dukcapil Zudan Arief Fakrulloh.
Berdasarkan pantauan JawaPos.com, dalam gudang seluas sekitar 500 meter persegi itu terlihat beberapa tumpukan kardus yang berisikan inventaris barang-barang Kemendagri, termasuk pula tumpukan kardus yang berisikan 805.311 keping e-KTP yang telah rusak atau invalid.
Menurut pengakuan Tjahjo, ratusan ribu keping e-KTP tak terpakai itu merupakan akumulasi dari kesalahan percetakan sejak pengadaan e-KTP dimulai, yakni sejak 2011. Kerusakannya pun beragam, mulai dari kesalahan nama, alamat, sampai dengan kesalahan nomor NIK.
"KTP-el ini 8 tahun mulai dari tahun 2011, pengadaan 2010 sampai 2011 mulai dicetak ya yang rusak-rusak, salah ketik, salah nomor, salah alamat apa itu disimpen di sini," ucap Tjahjo sembari berjalan melihat situasi gudang arsip Kemendagri.
Sejak penemuan e-KTP yang tercecer dan viral di media sosial, pihaknya langsung sigap dalam mengambil langkah strategis. Salah satunya dengan melakukan pemotongan bukti fisik e-KTP agar tak bisa disalahgunakan. Setidaknya ratusan pekerja terlihat tengah sibuk menggunting ratusan ribu keping e-KTP.
"Karena kalau yang tercecer kemarin itu sudah terpotong kan tidak akan menimbulkan masalah seperti ini, padahal itu semua kan sudah rusak dan salah," ungkapnya.
Tak hanya itu, Tjahjo pun telah merencanakan untuk memusnahkan ratusan ribu keping e-KTP yang telah dipotong secara masal pada 2019 mendatang. Namun, wacana itu masih tengah menunggu persetujuan Menteri Keuangan Sri Mulyani.
"Setelah Pileg Pilpres selesai, sehingga kalau ada yang menanyakan mana KTP elektronik yang dulu kita masih bisa tunjukkan, tapi sudah disfungsi atau tidak bisa digunakan untuk Pileg, Pilpres, dan Pilkada karena sudah dipotong, sehingga tidak ada keraguan, mau dicuri, mau diambil," tukasnya.
Atas dasar itu, Tjahjo pun tegas menampik bahwa ada penimbunan e-KTP demi kepentingan politik di gudang Kemendagri seperti yang tengah ramai di media sosial. Bahkan, anak buah Megawati itu mengaku siap mempertaruhkan kehormatannya untuk menjamin tudingan itu merupakan hal yang tak benar.
"Saya bertanggung jawab penuh terhadap kejadian tersebut. Saya sudah meminta kepada pejabat yang berwenang di Ditjen Dukcapil ke depan menjadi pembelajaran. Ke depan jangan sampai menaruh kardus KTP-el dalam bak terbuka, padahal pengantaran sebelumnya selalu memakai bak tertutup," tutupnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
