
Sergei Skripal dan anaknya Yulia sudah keluar dari rumah sakit, barat menuding Rusia meracuni mereka
JawaPos.com - Amerika Serikat (AS), Inggris, Prancis, dan Jerman akan mengadakan Chemical Weapons Conventions atau Konvensi Senjata Kimia (CWC) pada Juni nanti. Tujuan pertemuan tersebut untuk mengutuk penggunaan senjata kimia di Inggris, Irak, Malaysia, Syria dan mencegah insiden semacam itu terjadi di masa depan.
Menurut Rusia, niat negara-negara tersebut seharusnya tidak menyudutkan negara manapun. Isu senjata kimia memang dalam krisis yang mendalam. Namun isu ini menjadi retorika karena ada niat untuk menyudutkan Rusia dan Syria karena barat menuding keduanya memakai senjata kimia. Selain itu juga ada upaya untuk mengeksploitasi The Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons (OPCW) atau Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia.
Hal ini terbukti dari Washington, London, dan Paris yang enggan melakukan penyelidikan objektif terhadap senjata kimia di Syria. "Washington sebagai anggota permanen Dewan Keamanan PBB melancarkan serangan rudal terhadap infrastruktur militer dan sipil di Syria, tanpa menunggu penyelidikan OPCW," kata keterangan pers Kedutaan Besar Rusia di Indonesia, Selasa, (29/5).
Negara-negara tersebut berhasil mendominasi NATO. Mereka membuat kesimpulan tanpa mengunjungi tempat-tempat yang diduga terjadi insiden, dan hanya mendasarkan pada bukti-bukti yang disediakan oleh oposisi Syria.
Setelah itu, mereka mengklaim bahwa contoh senjata kimia dijamin meskipun faktanya adalah contoh itu bertentangan dengan prinsip yang ada. Contoh yang dikumpulkan oleh pihak ketiga tidak dapat dianggap sebagai bukti oleh OPCW.
Tugas utama negara-negara Barat adalah menggulingkan Pemerintah Syria dengan cara apapun. Namun, AS gagal membawa rancangan anti- Syria pada sesi khusus Dewan Eksekutif OPCW pada November 2017 dan April 2018.
AS dan Inggris yang didukung oleh Prancis dan Jerman berniat untuk mengajukan masalah ini ke konvensi di bulan Juni nanti yang bertujuan untuk memenangkan setidaknya 50 persen. Selain itu, mereka berencana untuk menggunakan konvensi untuk melanjutkan kampanye melawan Rusia berkaitan dengan kasus Skripal berdasarkan pada tuduhan tidak berdasar. Saran Rusia untuk memberikan beberapa bukti secara publik juga diabaikan.
London tidak dapat menjelaskan banyak data yang bertentangan dan perbedaan dalam insiden Salisbury di mana Sergei Skripal dan putrinya Yulia diracun. Mereka masih tidak mau mengakui fakta jenis bahan kimia racun Novichok dikembangkan dan diproduksi di berbagai negara barat dan bahkan dipatenkan di AS pada tahun 2015.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
