Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 Mei 2018 | 20.00 WIB

Konvensi Senjata Kimia Hanya untuk Memojokkan Rusia dan Syria

Sergei Skripal dan anaknya Yulia sudah keluar dari rumah sakit, barat menuding Rusia meracuni mereka - Image

Sergei Skripal dan anaknya Yulia sudah keluar dari rumah sakit, barat menuding Rusia meracuni mereka

JawaPos.com - Amerika Serikat (AS), Inggris, Prancis, dan Jerman akan mengadakan Chemical Weapons Conventions atau Konvensi Senjata Kimia (CWC) pada Juni nanti. Tujuan pertemuan tersebut untuk mengutuk penggunaan senjata kimia di Inggris, Irak, Malaysia, Syria dan mencegah insiden semacam itu terjadi di masa depan.


Menurut Rusia, niat negara-negara tersebut seharusnya tidak menyudutkan negara manapun. Isu senjata kimia memang dalam krisis yang mendalam. Namun isu ini menjadi retorika karena ada niat untuk menyudutkan Rusia dan Syria karena barat menuding keduanya memakai senjata kimia. Selain itu juga ada upaya untuk mengeksploitasi The Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons (OPCW) atau Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia.


Hal ini terbukti dari Washington, London, dan Paris yang enggan melakukan penyelidikan objektif terhadap senjata kimia di Syria. "Washington sebagai anggota permanen Dewan Keamanan PBB melancarkan serangan rudal terhadap infrastruktur militer dan sipil di Syria, tanpa menunggu penyelidikan OPCW," kata keterangan pers Kedutaan Besar Rusia di Indonesia, Selasa, (29/5).


Negara-negara tersebut berhasil mendominasi NATO. Mereka membuat kesimpulan tanpa mengunjungi tempat-tempat yang diduga terjadi insiden, dan hanya mendasarkan pada bukti-bukti yang disediakan oleh oposisi Syria.


Setelah itu, mereka mengklaim bahwa contoh senjata kimia dijamin meskipun faktanya adalah contoh itu bertentangan dengan prinsip yang ada. Contoh yang dikumpulkan oleh pihak ketiga tidak dapat dianggap sebagai bukti oleh OPCW.


Tugas utama negara-negara Barat adalah menggulingkan Pemerintah Syria dengan cara apapun. Namun, AS gagal membawa rancangan anti- Syria pada sesi khusus Dewan Eksekutif OPCW pada November 2017 dan April 2018.


AS dan Inggris yang didukung oleh Prancis dan Jerman berniat untuk mengajukan masalah ini ke konvensi di bulan Juni nanti yang bertujuan untuk memenangkan setidaknya 50 persen. Selain itu, mereka berencana untuk menggunakan konvensi untuk melanjutkan kampanye melawan Rusia berkaitan dengan kasus Skripal berdasarkan pada tuduhan tidak berdasar. Saran Rusia untuk memberikan beberapa bukti secara publik juga diabaikan.


London tidak dapat menjelaskan banyak data yang bertentangan dan perbedaan dalam insiden Salisbury di mana Sergei Skripal dan putrinya Yulia diracun. Mereka masih tidak mau mengakui fakta jenis bahan kimia racun Novichok dikembangkan dan diproduksi di berbagai negara barat dan bahkan dipatenkan di AS pada tahun 2015.

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore