
Menurut lembaga penelitian senjata utama Tiongkok, negara ini kini secara agresif mengembangkan senjata nuklir generasi berikutnya, melakukan rata-rata lima kali uji coba senjata nuklir dalam sebulan untuk mensimulasikan ledakan nuklir
JawaPos.com - Tiongkok rupanya ingin berpartisipasi dalam kompetisi senjata nuklir baru dengan Amerika Serikat (AS) dan Rusia. Seperti dilansir South China Morning Post, Senin (28/5), ilmuwan Tiongkok kini sedang menjalankan tes simulasi dengan lebih cepat dari Amerika untuk mengembangkan senjata generasi mendatang.
Menurut lembaga penelitian senjata utama Tiongkok, negara ini kini secara agresif mengembangkan senjata nuklir generasi berikutnya, melakukan rata-rata lima kali uji coba senjata nuklir dalam sebulan untuk mensimulasikan ledakan nuklir. Jumlah uji coba senjata nuklir dalam beberapa tahun terakhir bahkan melebihi AS, yang rata-rata melakukannya kurang dari sebulan sekali. Antara September 2014 dan Desember 2017 lalu, Tiongkok melakukan sekitar 200 percobaan laboratorium untuk mensimulasikan ekstrimnya fisika ledakan nuklir.
Akademi Teknik Fisika Tiongkok melaporkan dalam dokumen yang dirilis oleh pemerintah awal tahun ini dan ditinjau oleh South China Morning Post bulan ini. "Penggunaan hulu ledak kecil akan mengarah pada penggunaan yang lebih besar," kata Pakar Angkatan Laut Li Jie.
Meskipun Tiongkok tidak mungkin untuk benar-benar menggunakan senjata nuklirnya, tetap diperlukan untuk mengembangkannya. “Jika negara lain menggunakan senjata nuklir pada kami, kami harus membalas. Ini mungkin mengapa ada penelitian untuk mengembangkan senjata baru,” ujar Li Jie.
Sebagai perbandingan, menurut Lawrence Livermore National Laboratory, AS hanya melakukan 50 uji coba nuklir antara 2012 dan 2017. Tidak dipungkiri, pengembangan senjata nuklir akan meningkatkan risiko konflik nuklir, para ahli memperingatkan. Pejabat Pentagon mengatakan, AS ingin musuh-musuhnya percaya kalau mereka benar-benar menggunakan senjata generasi barunya, seperti hulu ledak taktis yang lebih kecil dan lebih pintar yang dirancang untuk membatasi kerusakan dengan menghancurkan hanya target tertentu.
Selama tiga tahun terakhir, para ilmuwan nuklir Tiongkok telah melakukan lebih banyak uji coba daripada ilmuwan Amerika selama 15 tahun terakhir. Di terowongan yang terletak jauh di bawah pegunungan di Mianyang, Provinsi Sichuan Barat Daya, terdapat fasilitas desain senjata nuklir utama Tiongkok bermarkas.
Suara ledakan keras dari eksperimen ini dapat didengar lebih dari sekali dalam seminggu. Menurut ilmuwan dari State Key Laboratory of Advanced Technology for Materials Synthesis and Processing, Profesor Wang Chuanbin, sejumlah besar uji coba senjata nuklir Tiongkok tidak berarti itu lebih maju daripada AS dalam pengembangan senjata nuklir. "Ada kemungkinan kita sedang terburu-buru untuk mengejar," kata Wang.
Namun, jika uji coba senjata nuklir intensif Tiongkok memicu perlombaan senjata nuklir baru, maka ini bisa memicu tindakan balasan dari AS. "Itu akan menjadi berita buruk bagi semua orang", tambah Wang.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
