Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Agustus 2025 | 17.13 WIB

Ucapan Orang Tua Ini Menunjukkan Mereka Kurang Siap Mengasuh Anak saat Emosi Melanda

Ilustrasi seorang ibu yang menenangkan anak kecil di bawah cahaya lampu redup, mencoba menjembatani jarak emosional yang tercipta. (Freepik) - Image

Ilustrasi seorang ibu yang menenangkan anak kecil di bawah cahaya lampu redup, mencoba menjembatani jarak emosional yang tercipta. (Freepik)

JawaPos.com - Dalam momen penuh amarah, kata-kata yang diucapkan oleh orang tua bisa meninggalkan luka mendalam bagi seorang anak. Ucapan-ucapan itu bukan sekadar kata-kata biasa, melainkan cerminan dari ketidakmampuan mengelola emosi. Kata-kata ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa mereka belum sepenuhnya siap untuk tugas mengasuh anak.

Melansir dari Geediting.com Jumat (1/8), ada delapan hal yang sering diucapkan oleh orang tua saat emosi. Kalimat-kalimat ini seharusnya tidak pernah diucapkan oleh figur pengasuh yang matang. Ucapan-ucapan ini bisa merusak harga diri anak dalam jangka panjang.

1. "Seandainya kamu tidak pernah dilahirkan."

Ucapan ini menanamkan luka yang sangat dalam di dalam diri seorang anak. Itu adalah pesan bahwa keberadaan mereka sendiri adalah sebuah kesalahan besar. Tidak ada perbuatan baik yang bisa menghapus luka dari ucapan ini.

Kalimat ini akan terus terngiang, melukai harga diri anak hingga dewasa. Kata-kata ini adalah bukti ketidakdewasaan orang tua.

2. "Kalau kamu seperti ini, baru Ibu/Ayah bangga."

Orang tua yang mengucapkan kalimat ini secara tidak langsung menempatkan syarat pada kasih sayangnya. Anak merasa bahwa mereka harus terus-menerus mencapai standar tertentu untuk layak mendapatkan cinta dan kebanggaan. Hal ini membuat anak merasa tidak pernah cukup.

Mereka akan tumbuh dengan keyakinan bahwa harga diri mereka bergantung pada pencapaian. Ucapan ini membuat mereka menjadi pribadi yang tidak mampu mencintai diri sendiri.

3. "Berhenti menangis, kamu berlebihan."

Mengabaikan emosi anak mengajarkan mereka bahwa perasaan mereka tidaklah penting. Orang tua yang selalu meremehkan perasaan anak pada dasarnya menyuruh mereka mematikan bagian mendasar dari kemanusiaan. Padahal, emosi adalah hal alami.

Anak yang sering mendengar kalimat ini cenderung tumbuh menjadi individu yang sulit mengungkapkan perasaan. Mereka juga akan merasa tidak nyaman dengan emosi yang mereka miliki.

4. "Kamu tidak berguna."

Ini adalah ucapan yang secara frontal merusak harga diri anak-anak. Kata-kata ini meyakinkan mereka bahwa mereka tidak memiliki nilai sebagai manusia. Hal ini bisa merusak persepsi anak terhadap diri mereka sendiri.

Mereka mungkin tumbuh dengan keyakinan bahwa mereka tidak pantas dihargai. Ucapan ini adalah serangan langsung terhadap nilai diri anak.

5. "Kamu adalah penyebab keluarga ini sengsara."

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore