
Ilustrasi seorang ibu yang menenangkan anak kecil di bawah cahaya lampu redup, mencoba menjembatani jarak emosional yang tercipta. (Freepik)
JawaPos.com - Dalam momen penuh amarah, kata-kata yang diucapkan oleh orang tua bisa meninggalkan luka mendalam bagi seorang anak. Ucapan-ucapan itu bukan sekadar kata-kata biasa, melainkan cerminan dari ketidakmampuan mengelola emosi. Kata-kata ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa mereka belum sepenuhnya siap untuk tugas mengasuh anak.
Melansir dari Geediting.com Jumat (1/8), ada delapan hal yang sering diucapkan oleh orang tua saat emosi. Kalimat-kalimat ini seharusnya tidak pernah diucapkan oleh figur pengasuh yang matang. Ucapan-ucapan ini bisa merusak harga diri anak dalam jangka panjang.
1. "Seandainya kamu tidak pernah dilahirkan."
Ucapan ini menanamkan luka yang sangat dalam di dalam diri seorang anak. Itu adalah pesan bahwa keberadaan mereka sendiri adalah sebuah kesalahan besar. Tidak ada perbuatan baik yang bisa menghapus luka dari ucapan ini.
Kalimat ini akan terus terngiang, melukai harga diri anak hingga dewasa. Kata-kata ini adalah bukti ketidakdewasaan orang tua.
2. "Kalau kamu seperti ini, baru Ibu/Ayah bangga."
Orang tua yang mengucapkan kalimat ini secara tidak langsung menempatkan syarat pada kasih sayangnya. Anak merasa bahwa mereka harus terus-menerus mencapai standar tertentu untuk layak mendapatkan cinta dan kebanggaan. Hal ini membuat anak merasa tidak pernah cukup.
Mereka akan tumbuh dengan keyakinan bahwa harga diri mereka bergantung pada pencapaian. Ucapan ini membuat mereka menjadi pribadi yang tidak mampu mencintai diri sendiri.
3. "Berhenti menangis, kamu berlebihan."
Mengabaikan emosi anak mengajarkan mereka bahwa perasaan mereka tidaklah penting. Orang tua yang selalu meremehkan perasaan anak pada dasarnya menyuruh mereka mematikan bagian mendasar dari kemanusiaan. Padahal, emosi adalah hal alami.
Anak yang sering mendengar kalimat ini cenderung tumbuh menjadi individu yang sulit mengungkapkan perasaan. Mereka juga akan merasa tidak nyaman dengan emosi yang mereka miliki.
4. "Kamu tidak berguna."
Ini adalah ucapan yang secara frontal merusak harga diri anak-anak. Kata-kata ini meyakinkan mereka bahwa mereka tidak memiliki nilai sebagai manusia. Hal ini bisa merusak persepsi anak terhadap diri mereka sendiri.
Mereka mungkin tumbuh dengan keyakinan bahwa mereka tidak pantas dihargai. Ucapan ini adalah serangan langsung terhadap nilai diri anak.
5. "Kamu adalah penyebab keluarga ini sengsara."

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
