Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 6 Juli 2025 | 17.09 WIB

9 Ciri Perilaku Orang Pasif-Agresif Saat Buat Postingan di Media Sosial Menurut Psikologi, Apa Saja?

Ilustrasi seseorang yang mengucapkan kalimat pasif-agresif yang kedengarannya ramah tapi diam-diam menyakitkan hati - Image

Ilustrasi seseorang yang mengucapkan kalimat pasif-agresif yang kedengarannya ramah tapi diam-diam menyakitkan hati

JawaPos.com – Psikologi mengungkap bahwa perilaku pasif-agresif sering kali tersirat dalam cara seseorang membuat postingan di media sosial. Ada beberap ciri khas yang menunjukkan perilaku ini.

Perilaku ini sering kali menjadi cara untuk mengekspresikan emosi tanpa konfrontasi langsung.

Dilansir dari geediting.com pada Minggu (6/7), diterangkan bahwa terdapat sembilan ciri perilaku orang yang pasif-agresit saat membuat postingan di media sosial saja menurut Psikologi.

1. Menyembunyikan kemarahan

Perilaku pasif-agresif di media sosial seringkali muncul sebagai bentuk agresi terselubung yang sulit dikenali. Mereka yang menunjukkan perilaku ini umumnya kesulitan mengekspresikan perasaan atau pikiran mereka secara terbuka dan jujur kepada orang lain.

Fenomena ini bisa muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari komentar merendahkan yang halus, sindiran yang dibungkus pujian, hingga pernyataan umum yang sebenarnya ditujukan untuk seseorang tertentu tanpa menyebut namanya secara langsung.

Para ahli psikologi menyebutkan bahwa orang-orang yang menunjukkan perilaku seperti ini biasanya memiliki ketakutan akan konfrontasi atau memiliki pengalaman buruk di masa lalu saat berhadapan dengan konflik secara langsung.

2. Menghindari komunikasi langsung

Individu yang sering membuat postingan pasif-agresif biasanya memilih untuk menghindari komunikasi langsung dan lebih memilih menyalurkan perasaannya melalui media sosial.

Mereka cenderung kesulitan mengungkapkan emosi atau kebutuhan mereka secara terbuka, dan media sosial menjadi tempat pelarian yang ideal untuk melampiaskan perasaan tanpa harus berhadapan langsung dengan orang lain.

Perilaku ini sering kali muncul karena adanya ketakutan akan penolakan atau konflik yang mungkin timbul dalam interaksi langsung. Menurut Dr. Brené Brown, seorang psikolog terkenal yang meneliti tentang kerentanan dan keberanian, “Kejelasan itu baik, ketidakjelasan itu tidak baik.”

3. Pola kritik tidak langsung

Karakteristik mencolok dari pembuat konten pasif-agresif adalah kecenderungan mereka untuk mengkritik secara tidak langsung. Alih-alih menghadapi orang atau situasi yang membuat mereka tidak nyaman, mereka memilih untuk menuangkan keluhan mereka di media sosial dengan cara yang terselubung.

Cara mengkritik seperti ini seringkali membuat orang lain harus menebak-nebak maksud sebenarnya dan dapat menimbulkan ketegangan serta kebingungan yang tidak perlu. Penting untuk dipahami bahwa perilaku ini lebih sering muncul karena ketidaknyamanan dengan konfrontasi langsung, bukan karena niat jahat.

4. Penggunaan bahasa ambigu

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore