
Kebiasaan yang menghambat penurunan berat badan. (Dok. jcomp/freepik)
JawaPos.com – Menjalani program diet, tidak semudah yang dibayangkan. Akan banyak harapan tentang berapa berat badan yang akan kita turunkan walaupun ada kalanya harapan tersebut tidak bisa kita capai.
Bahkan banyak sekali orang yang sudah mengatur waktu dietnya dan menjaga makanan sebaik mungkin tapi tetap saja tidak mendapatkan hasil yang signifikan. Beberapa akan stuck di berat badan tertentu atau bahkan ada yang sampai mengalami kenaikan berat badan kembali.
Hal-hal tersebut bisa saja karena pengaruh dari hal-hal yang kita lakukan sehari-hari. Beberapa hal yang kita lakukan tanpa disadari dapat mempengaruhi metabolisme serta hormon tubuh kita yang berakhir pada gagalnya program diet.
Dilansir dari laman thesun.co.uk, terdapat beberapa faktor penting yang sering terabaikan dan berpotensi mengganggu proses penurunan berat badan. Faktor-faktor ini meliputi pola tidur, hidrasi, serta komposisi nutrisi dalam diet harian.
Berikut adalah tiga kesalahan utama yang perlu kamu diwaspadai agar program diet dapat berjalan efektif dan memberikan hasil yang optimal.
1. Dehidrasi
Menurut Professor Frank Joseph, seorang Kepala Klinik di UK, dehidrasi adalah penyebab paling umum dari rasa lapar yang keliru.
Kita seringkali salah mengartikan rasa haus menjadi rasa lapar, sehingga mendorong otak kita untuk mengonsumsi makanan lebih banyak. Oleh karena itu, saat kamu merasakan lapar di luar jam makan, disarankan untuk terlebih dahulu minum air putih dan menunggu beberapa saat sebelum memutuskan untuk makan.
Menahan haus sebagai bagian dari diet juga tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan kekurangan cairan dalam tubuh, yang berpotensi menimbulkan gejala seperti lemas, pusing, dan menurunnya konsentrasi.
Untuk mendukung program penurunan berat badan, disarankan agar kamu membiasakan minum air putih sekitar 30 menit sebelum makan. Kebiasaan ini dapat secara alami membantu menekan nafsu makan sehingga porsi makan dapat lebih terkontrol.
2. Kurang Tidur
Kualitas dan durasi tidur memiliki peran krusial dalam mengatur hormon yang mengendalikan rasa lapar dan kenyang.
Menurut Prof. Joseph, saat seseorang kurang tidur, tubuh secara alami akan memproduksi lebih banyak hormon ghrelin. Hormon tersebut berfungsi untuk menyampaikan sinyal kepada otak jika tubuh anda membutuhkan makanan.
Akibat peningkatan hormon ghrelin, kamu akan cenderung merasa lebih lapar dan terdorong untuk mengkonsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat, yang pada akhirnya dapat menghambat proses penurunan berat badan. Selain itu, kurang tidur juga berkontribusi pada peningkatan asupan kalori harian secara signifikan.
Oleh karena itu, menjaga pola tidur yang cukup dan berkualitas sekitar 7 hingga 8 jam per malam merupakan langkah penting dalam mendukung keberhasilan program dietmu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
