
Ciri-Ciri dan Kelemahan Weton Pon Menurut Primbon Jawa (pressfoto/Freepik)
JawaPos.com - Pernah dengar istilah “weton” tapi masih bingung apa maksudnya? Dalam budaya Jawa, weton adalah kombinasi hari dan pasaran yang dipercaya bisa menggambarkan karakter dan nasib seseorang.
Nah, salah satu pasaran yang cukup unik adalah Pon. Kalau kamu lahir di hari pasaran Pon, artikel ini pas banget buatmu. Yuk, kita bahas sisi kelemahan dari weton Pon menurut primbon Jawa, bukan untuk menjatuhkan, tapi supaya bisa jadi bahan introspeksi dan perbaikan diri.
Menurut kanal youtube Sabdaning Ratu, orang yang lahir di pasaran Pon punya nilai angka 7 dalam hitungan weton Jawa. Nilai ini berada di tengah-tengah, tidak terlalu kecil, tapi juga bukan yang paling besar. Tapi meskipun angkanya cukup stabil, ternyata karakter Pon punya beberapa kelemahan yang cukup menonjol.
Kelemahan pertama yang sering terlihat adalah sifat suka pamer. Bukan cuma soal harta, tapi juga soal perasaan atau emosi. Akibatnya, orang-orang Pon kadang dianggap sombong atau terlalu terbuka. Selain itu, mereka juga dikenal susah dinasihati. Kalau sudah punya keinginan, sulit banget untuk dihentikan atau diubah arah pikirannya.
Hal lain yang jadi perhatian adalah sikap kasar dan tega, terutama terhadap pasangan atau keluarga. Ini muncul karena sosok Pon cenderung jadi pemikir berat. Semua hal dipikirkan, entah penting atau tidak. Akibatnya, pikiran mereka gampang penuh, cepat stres, dan jadi mudah uring-uringan.
Dalam hubungan asmara, Pon juga dikenal posesif dan gampang curiga. Sifat ini bikin pasangan merasa tidak nyaman, karena terus-terusan dicurigai tanpa bukti jelas. Padahal belum tentu semua yang ada di pikiran Pon itu benar. Oleh karena itu, penting banget untuk belajar positive thinking agar hubungan tetap sehat dan hati jadi lebih tenang.
Perlu diingat bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Setiap weton pasti punya sisi negatif dan positifnya masing-masing. Kalau kamu termasuk orang yang lahir di weton Pon, jadikan uraian di atas sebagai bahan renungan, ya. Karena watak itu bisa berubah seiring waktu, tergantung bagaimana kita mendidik diri dan lingkungan kita. Yuk, jadi versi terbaik dari diri sendiri!

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
