Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Agustus 2025 | 01.49 WIB

Lahir Rabu Pahing? Hati-Hati, Ini Hari Kemalangan, Keberuntungan, dan Larangan yang Harus Dijauhi

Ilustrasi wayang kulit gambaran seseorang berweton Rabu Pahing yang diramalkan dalam primbon Jawa (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi wayang kulit gambaran seseorang berweton Rabu Pahing yang diramalkan dalam primbon Jawa (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Setiap hari kamu tidak akan mengetahui bahwa hari ini adalah hari keberuntunganmu atau bahkan hari kemalanganmu. Namun, hal-hal itu bisa diprediksi dan diramal melalui hari lahir dalam perhitungan primbon Jawa.

Dikutip dari kanal YouTube Sabdaning Ratu pada Selasa (12/08/2025), salah satu weton yang menarik untuk dibahas adalah Rabu Pahing, yang dilihat dari aspek hari keberuntungan, kemalangan dan pantangan yang harus di hadapi. 

Bagi mereka yang lahir di weton Rabu Pahing, hari was ini datang secara rutin setiap bulan. Tingkatannya dimulai dari was telu, was lima, was pitu, hingga was sebelas yang dianggap paling besar pengaruhnya. 

Cara menghitungnya sederhana, yaitu berangkat dari hari lahir seseorang lalu ditambahkan jumlah hari tertentu.

Contohnya, jika seseorang lahir pada Rabu Pahing, maka was telu dihitung tiga hari setelahnya dan jatuh pada Jumat wage. Selanjutnya, was lima berada di hari Minggu, was pitu jatuh pada Selasa Pon, dan was sebelas atau was gede jatuh pada Sabtu Pahing. 

Pola perhitungan ini berlaku setiap bulan sehingga pemilik weton bisa mengetahui kapan harus lebih berhati-hati.

Selain hari was bulanan, ada pula hari kemalangan tahunan yang dianggap jauh lebih berat bagi mereka. Hari kemalangan datang sekali dalam setahun, tepatnya di bulan Jumadil Awal. Pada tahun 2025.

Bulan ini jatuh sekitar akhir Oktober hingga November. Saat itu, hari Minggu dalam bulan tersebut dianggap sebagai titik energi buruk.

Entah itu Minggu Pon, Wage, atau Kliwon. Maka, pemilik weton Rabu Pahing sangat disarankan untuk menghindari kegiatan besar dan penting di waktu ini.

Menurut kepercayaan, ketika hari kemalangan tiba, energi tubuh dan batin pemilik weton melemah. Kondisi ini membuat mereka lebih rentan mengalami kesialan, kecelakaan, atau musibah. 

Oleh karena itu, sebaiknya hindari perjalanan jauh, acara besar, atau hajatan penting pada hari tersebut. Aktivitas rutin seperti bekerja atau sekolah tetap diperbolehkan, asalkan tetap berhati-hati dan banyak berdoa.

Hari Kejayaan Rabu Pahing

Tidak hanya memiliki hari kemalangan, weton Rabu Pahing juga mempunyai hari kejayaan yang datang setahun sekali. Berbeda dengan hari sial, hari ini justru dipandang membawa energi positif yang sangat kuat. 

Hari kejayaan mereka jatuh di bulan Syawal, yaitu bulan setelah Ramadan. Pada tahun 2025, bulan Syawal berada sekitar akhir Maret hingga April.

Pada masa ini, energi keberuntungan pemilik weton Rabu Pahing dianggap sedang berada di puncaknya. Maka, sangat baik digunakan untuk memulai hal-hal besar seperti membuka usaha, meresmikan toko, mencari pekerjaan, hingga mencalonkan diri dalam pemilihan. 

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore