Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 Juli 2025 | 18.52 WIB

7 Tanda Seseorang Bukan Orang Baik Menurut Psikologi, Meski Banyak yang Memujanya

tanda seseorang bukan orang baik menurut Psikologi. (Freepik/ pressfoto) - Image

tanda seseorang bukan orang baik menurut Psikologi. (Freepik/ pressfoto)

JawaPos.com – Psikologi sering kali mengungkap tanda-tanda tersembunyi yang menunjukkan bahwa seseorang bukan benar-benar orang baik, meskipun kerap dipuji banyak orang.

Penilaian sosial tak selalu sejalan dengan indikator psikologis yang mengungkap sifat asli seseorang secara lebih dalam.

Dalam pandangan psikologi, orang yang terlihat baik di permukaan belum tentu memiliki niat atau perilaku yang selaras secara moral.

Tanda tertentu bisa menjadi sinyal penting dalam menilai apakah seseorang benar-benar orang baik menurut pendekatan psikologi.

Dilansir dari geediting.com pada Rabu (23/7), bahwa ada tujuh tanda seseorang bukan orang baik meski banyak yang memujanya menurut Psikologi.

  1. Selalu merasa menjadi korban

Individu yang selalu memposisikan diri sebagai korban dalam setiap situasi menunjukkan pola perilaku yang tidak sehat.

Mereka cenderung menghindari tanggung jawab atas tindakan mereka sendiri dan selalu mencari alasan untuk menyalahkan orang lain atau keadaan.

Ketika menghadapi masalah, mereka tidak pernah melakukan introspeksi atau mengakui kesalahan yang mungkin mereka buat.

Kartu korban ini seringkali digunakan sebagai alat manipulasi untuk mendapatkan simpati dan dukungan dari orang lain.

Seseorang dengan karakter yang sesungguhnya akan mampu mengakui kesalahan dan belajar dari pengalaman buruk mereka.

Kemampuan untuk bertanggung jawab atas tindakan sendiri merupakan cerminan dari kedewasaan dan integritas seseorang.

  1. Terlalu sering mengkritik

Kritik yang berlebihan terhadap orang lain dapat menjadi indikator adanya masalah dalam kepribadian seseorang.

Individu yang selalu mencari kesalahan dalam setiap hal yang dilakukan orang lain menunjukkan sikap yang tidak konstruktif.

Mereka tidak mampu memberikan apresiasi atau pengakuan terhadap pencapaian dan usaha orang lain.

Pola perilaku ini seringkali meluas hingga ke aspek-aspek kehidupan yang tidak relevan dengan pekerjaan atau tanggung jawab utama.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore