
Watak atau Karaktermu Bisa Terlihat dari Cara Makan? Ini Penjelasannya Menurut Primbon Jawa (studioredcup/Freepik)
JawaPos.com - Tahukah kamu bahwa cara seseorang makan ternyata bisa mencerminkan wataknya? Ya, hal ini bukan sekadar mitos belaka.
Dalam primbon Jawa, cara makan seseorang dipercaya erat kaitannya dengan karakter atau kepribadian yang dominan dalam diri orang tersebut.
Menariknya, pengamatan ini telah diwariskan secara turun-temurun sebagai salah satu cara menilai sifat seseorang dari kebiasaan sehari-hari.
Menurut penjelasan dari salah satu video di kanal Youtube yang aktif membahas weton yakni Sabdaning Ratu, primbon Jawa memang kaya akan filosofi dan nilai-nilai kehidupan.
Bukan cuma soal hari baik atau weton, tapi juga soal hal-hal kecil yang ternyata punya makna besar, seperti cara makan. Berikut adalah beberapa tipe cara makan dan makna wataknya.
1. Makan Cepat atau Tergesa-gesa: Orang yang makan dengan cepat biasanya dikenal sebagai pekerja keras dan penuh semangat. Namun, sifat ini juga diiringi oleh kecenderungan kasar dan serakah. Jadi, meski punya energi tinggi dalam bekerja, perlu waspada agar tidak bertindak ceroboh.
2. Makan Sambil Bicara: Mereka yang suka ngobrol saat makan disebut sebagai orang yang kurang dalam berpikir, tapi masih lincah dalam menyusun logika. Artinya, mereka mudah menyesuaikan diri, tapi kadang perlu lebih hati-hati agar tak sembrono.
3. Makan dengan Hati-hati dan Menunduk: Tipe ini mencerminkan pribadi yang waspada dan tenang. Mereka tidak mudah tergesa-gesa dan lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan. Sifat ini cocok dimiliki pemimpin atau orang yang suka berpikir matang.
4. Makan Sambil Jelalatan (Lihat ke Sana-Sini): Orang yang tidak fokus saat makan, misalnya matanya terus bergerak melihat sekitar, menandakan watak yang kasar dan serakah. Mereka juga dinilai memiliki niat atau dorongan batin yang kurang baik. Ini jadi peringatan agar lebih fokus dan tahu tempat.
5. Makan Berceceran: Kalau kamu termasuk orang yang makan namun suka berantakan, waspadalah. Primbon menyebutkan sifat ini berkaitan dengan keborosan dan kurang pandai dalam mengelola keuangan.
Dalam kehidupan modern, memang tidak semua hal kita nilai dari hal-hal tradisional. Tapi tidak ada salahnya kita belajar dari filosofi primbon Jawa sebagai bentuk introspeksi diri. Mungkin tidak semua sifat ini benar-benar menggambarkan dirimu, tapi bisa menjadi cermin untuk lebih mengenal diri sendiri. Jadikan pengetahuan ini sebagai bekal untuk memperbaiki diri, bukan untuk menghakimi orang lain. Karena setiap kebiasaan kecil, bisa punya arti besar dalam hidup kita.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
