Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 19 September 2024 | 04.25 WIB

Berkenalan dengan Tradisi Makan Kue Bulan atau Mooncake dan Perayaan Pertengahan Musim Gugur

Mooncake. (Freepik) - Image

Mooncake. (Freepik)

JawaPos.com - Kue cantik mooncake atau kue bulan belakangan ini mulai dikenal masyarakat luas dan viral di media sosial. Kue itu berukuran sebesar telapak tangan. Dihias dengan cetakan yang biasanya berbentuk bunga teratai dan diisi dengan kacang-kacangan hingga kuning telur asin.

Kue ini dibuat dan dimakan untuk merayakan festival pertengahan musim gugur setiap hari ke-15 di bulan kedelapan di kalender Tiongkok. Pada kalender gregorian biasanya jatuh di pertengahan September tiap tahunnya.

Dilansir dari Emicakes, kue bulan atau mooncake menyimbolkan kebersamaan, karena pada perayaan ini orang-orang mudik ke tempat asalnya dan keluarga-keluarga untuk berkumpul.

Dilansir dari laman Perpustakaan Nasional Singapura, Tiongkok perayaan festival pertengahan musim gugur sudah dilaksanakan sejak ribuan tahun yang lalu. Festival itu digelar untuk merayakan panen dan bentuk cara berterima kasih kepada para dewa atas panennya yang diberikan.

Festival itu dipercaya pertama kali diadakan pada era Dinasti Song (960-1279). Pada saat itu terdapat tradisi memuja bulan.

Walaupun begitu, menurut China Highlights pada era Dinasti Tang (618-907) kebiasaan untuk menonton bulan memandangi bulan sudah ada pada komunitas orang-orang kelas atas.

Mereka akan mengadakan pesta besar dan menjamu tamu-tamu mereka di ruang terbuka untuk melihat kecantikan bulan para malam hari atau biasa disebut dengan shangyue.

Kue bulan ini baru menjadi tradisi wajib para era Dinasti Yuan (1279-1368). Pada saat itu Tiongkok dikuasai oleh orang Mongol dan pesan-pesan para pemberontak diedarkan melalui kue ini.

Festival ini dijadikan sebagai hari raya pada 2008. Sehingga keluarga dapat berkumpul di rumah atau memiliki waktu luang untuk merayakannya.

Kini merayakan festival itu dengan menyalakan lentera, makan kue bulan, atau menonton pertunjukan tradisional Tiongkok. Biasanya tarian, opera tradisional, atau pertunjukan boneka.

Biasanya juga terdapat altar persembahan yang dipenuhi dengan kue bulan dan jeruk bali. Pada pertunjukan-pertunjukan biasanya akan ditampilkan legenda pasangan Hou-Yi dan Chang-E.

Legenda atau mitos itu juga yang membuat orang-orang percaya pasangan-pasangan yang menikah pada hari-hari perayaan ini akan diberkati oleh Dewi Bulan.

Selain itu, festival tersebut juga menandakan akhir dari Festival Hantu Lapar yang dimulai pada bulan ketujuh pada kalender China.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore