
Jika lagi di Surabaya, coba cicipi rujak cingur. Salah satunya ada di Jalan Ngagel Rejo III, Kecamatan Wonokromo, Surabaya.
JawaPos.com–Nah selain rawon atau tahu campur, kuliner yang wajib masuk wish list ketika berkunjung di Surabaya adalah rujak cingur. Potongan cingur yang berpadu dengan ulekan petis dan bawang siap-siap bikin banjir air liur.
Informasi yang dihimpun JawaPos.com, rujak cingur kali pertama dibawa pendatang dari Pulau Madura ke Surabaya. Kala itu, pendatang berbondong-bondong masuk ke Surabaya pada sekitar 1930-an.
Awalnya, kaum pendatang dari Madura ke Surabaya menggunakan petis dari ikan cakalang. Namun, lambat laun, para pedagang rujak cingur mulai menyesuaikan dengan lidah orang Surabaya. Mereka mengganti petis dari ikan cakalang menjadi petis dari udang.
Petis tersebut memberikan warna atau ciri dari rujak cingur yang hitam. Dalam bahasa Jawa, cingur artinya mulut. Nah, rujak cingur menggunakan daging area mulut sapi. Moncong sapi itu direbus pedagang kemudian dipotong-potong disajikan dalam rujak.
Jika lagi di Surabaya, coba cicipi rujak cingur. Salah satunya ada di Jalan Ngagel Rejo III, Kecamatan Wonokromo, Surabaya. Lokasinya nyempil di dalam gang.
Naipah berdagang sejak 17 tahun lalu. Dia menuturkan, rujak cingur kunci rasa sedapnya ada di cingur dan petis. Dia menggunakan dua petis yang berbeda. Namun, kedua petis itu sama-sama berbahan dasar udang.
”Sama-sama udang tapi beda warna petisnya. Ngegoreng bawang putihnya juga jangan terlalu gosong, supaya rujaknya nggak pahit,” ujar Naipah, perempuan 64 tahun asal Surabaya itu.
Seporsi rujak dijualnya Rp 15.000. Ada dua jenis rujak cingur yang dijual. Rujak cingur matengan dan campur. Matengan tidak menggunakan buah. Sementara rujak campur memakai buah seperti belimbing hingga nanas.
Isian rujak cingur baik matengan atau campur beragam di Surabaya. Mulai dari tahu, tempe goreng, sayur kangkung, kecambah, lontong, hingga bendoyo kukus.
Rujak cingur Naipah memiliki tekstur bumbu yang kekentalannya medium. Kekentalan bumbu didapatnya dari kacang dan air yang diulek bersama petis dan bawang.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
