Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 Februari 2024 | 02.18 WIB

Hidden Gem Kuliner Rujak Cingur di Surabaya Sudah 17 Tahun Berjualan, Tempat Nyempil di Gang Bikin Banjir Air Liur

Jika lagi di Surabaya, coba cicipi rujak cingur. Salah satunya ada di Jalan Ngagel Rejo III, Kecamatan Wonokromo, Surabaya. - Image

Jika lagi di Surabaya, coba cicipi rujak cingur. Salah satunya ada di Jalan Ngagel Rejo III, Kecamatan Wonokromo, Surabaya.

JawaPos.com–Nah selain rawon atau tahu campur, kuliner yang wajib masuk wish list ketika berkunjung di Surabaya adalah rujak cingur. Potongan cingur yang berpadu dengan ulekan petis dan bawang siap-siap bikin banjir air liur.

Informasi yang dihimpun JawaPos.com, rujak cingur kali pertama dibawa pendatang dari Pulau Madura ke Surabaya. Kala itu, pendatang berbondong-bondong masuk ke Surabaya pada sekitar 1930-an.

Awalnya, kaum pendatang dari Madura ke Surabaya menggunakan petis dari ikan cakalang. Namun, lambat laun, para pedagang rujak cingur mulai menyesuaikan dengan lidah orang Surabaya. Mereka mengganti petis dari ikan cakalang menjadi petis dari udang.

Petis tersebut memberikan warna atau ciri dari rujak cingur yang hitam. Dalam bahasa Jawa, cingur artinya mulut. Nah, rujak cingur menggunakan daging area mulut sapi. Moncong sapi itu direbus pedagang kemudian dipotong-potong disajikan dalam rujak.

Jika lagi di Surabaya, coba cicipi rujak cingur. Salah satunya ada di Jalan Ngagel Rejo III, Kecamatan Wonokromo, Surabaya. Lokasinya nyempil di dalam gang.

Naipah berdagang sejak 17 tahun lalu. Dia menuturkan, rujak cingur kunci rasa sedapnya ada di cingur dan petis. Dia menggunakan dua petis yang berbeda. Namun, kedua petis itu sama-sama berbahan dasar udang.

”Sama-sama udang tapi beda warna petisnya. Ngegoreng bawang putihnya juga jangan terlalu gosong, supaya rujaknya nggak pahit,” ujar Naipah, perempuan 64 tahun asal Surabaya itu.

Seporsi rujak dijualnya Rp 15.000. Ada dua jenis rujak cingur yang dijual. Rujak cingur matengan dan campur. Matengan tidak menggunakan buah. Sementara rujak campur memakai buah seperti belimbing hingga nanas.

Isian rujak cingur baik matengan atau campur beragam di Surabaya. Mulai dari tahu, tempe goreng, sayur kangkung, kecambah, lontong, hingga bendoyo kukus.

Rujak cingur Naipah memiliki tekstur bumbu yang kekentalannya medium. Kekentalan bumbu didapatnya dari kacang dan air yang diulek bersama petis dan bawang.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore