Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 Desember 2023 | 19.11 WIB

7 Tradisi Makanan Tahun Baru yang Bawa Keberuntungan, Ada Mi hingga Ikan Herring

ilustrasi mi udon dari Jepang simbol panjang umur. Sumber foto: Pexels/Markus Winkler - Image

ilustrasi mi udon dari Jepang simbol panjang umur. Sumber foto: Pexels/Markus Winkler

JawaPos.com – Pada malam tahun baru biasanya banyak orang memilih untuk merayakannya dengan orang terkasih sembari mengadakan acara makan bersama.

Tergantung wilayahnya, adapun beragam makanan tertentu yang dihidangkan dipercaya bisa membawa keberuntungan di tahun depan, seperti dikutip JawaPos.com dari Real Simple, Senin (18/12).

Tradisi makanan tahun baru dari seluruh dunia ini memiliki makna unik dan layak untuk dimasukkan ke dalam menu saat seseorang menetapkan niat pada tahun selanjutnya.

Lantas, makanan apa saja yang identik membawa keberuntungan di tahun baru? Intip uraiannya di bawah ini.

1. Mi

Di Tiongkok, Jepang, dan banyak negara Asia lainnya, menyajikan dan memakan mi pada hari tahun baru adalah sebuah kebiasaan. Panjang minya melambangkan umur jadi pastikan mi tidak pecah atau memendek selama proses memasak.

2. Kubis

Tradisi mengkonsumsi kubis berasal dari Jerman dan Eropa Timur dan berawal pada logistic sederhana yakni panen akhir musim gugur ditambah dengan proses fermentasi selama enam hingga delapan minggu berarti asinan kubis hampir siap saat tahun baru tiba.

Kubis pada tahun baru juga kaya akan simbolisme yaitu untaian kubis dalam asinan kubis atau selada kol dapat melambangkan umur panjang, sedangkan kubis juga dapat melambangkan uang.

3. Kacang polong

Makan kacang polong pada tahun baru adalah tradisi yang sudah lama ada. Kacang polong sebenarnya adalah sejenis kacang-kacangan, berbeda dengan kacang hijau.

Salah satu teori mendasari tradisi ini dalam Perang Saudara, ketika tentara Union menyerbu pasokan makanan tentara Konfederasi, hanya menyisakan kacang ini.

Teori lain pada sejarah Afrika Amerika, para budak yang baru dibebaskan merayakan Proklamasi Emansipasi bulan Januari 1863 dengan hidangan dari kacang polong.

Namun teori lain menyatakan bahwa reputasi keberuntungan kacang-kacangan berasal dari Mesir Kuno menyatakan bahwa memakan kacang polong, sayuran yang tersedia bahkan bagi budak termiskin sekalipun adalah cara untuk menunjukkan kerendahan hati kepada para dewa.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore