Tradisi lompat batu yang berasal dari Pulau Nias, Sumatera Utara.
JawaPos.com – Terdapat salah satu tradisi unik yang berasal dari pulau Nias, Provinsi Sumatera Utara yang disebut menjadi tanda bahwa seorang laki-laki telah siap menikah.
Tradisi tersebut dinamakan Lompat Batu atau Hombo Batu. Nama lain yang biasa digunakan masyarakat sekitar untuk menyebut tradisi ini adalah ‘Fahombo’.
Fahombo berasal dari bagian selatan pulau Nias, Sumatera Utara. Pulau Nias sendiri memiliki 27 pulau kecil yang mengelilinginya. 11 pulau diantaranya merupakan pulau berpenghuni, sedangkan 16 pulau kecil lainnya tidak berpenghuni.
Baca Juga: Sambangi Pelaksanaan Nias Pro 2023, Sekjen PDIP Ingatkan Indonesia Sebagai Negara Kelautan
Dulunya, sering terjadi peperangan antar wilayah. Setiap wilayah dipagari oleh bambu setinggi dua meter. Prajurit yang akan turun berperang diwajibkan untuk dapat melompati pagar bambu tersebut.
Lalu, tradisi Fahombo atau Lompat Batu ini berkembang dan dijadikan tolak ukur bagi pemuda Nias untuk menunjukkan bahwa dirinya sudah dianggap matang secara fisik. Yang berarti juga pemuda tersebut telah dewaasa dan cukup umur untuk menikah. Meski demikian, tidak semua masyarakat Nias melakukan tradisi ini.
Tentu saja tradisi ini hanya dilakukan oleh kaum laki-laki suku Nias. Hal ini akan menunjukkan kedewasaan, ketangkasan, dan keberanian apabila dirinya berhasil menaklukkan batu setinggi 2 meter dengan tebal 40 cm. Mereka akan menggunakan pakaian adat dengan warna khas Nias, yaitu merah, kuning dan hitam.
Setelah sang pemuda sukses melompati batu, keberhasilan tersebut akan disambut meriah oleh para masyarakat yang menonton. Mereka akan mengadakan acara syukuran secara sederhana dengan menyembelih hewan ternak.
Kemampuan melompati batu akan dianggap sebagai hal yang heroik dan prestisius, hal ini bukan hanya membanggakan bagi individu yang melakukan atau keluarganya, tapi juga seluruh masyarakat desa.
Untuk bisa melompati batu setinggi 2 meter, banyak anak laki-laki mulai berlatih sejak mereka berusia 7 tahun.
Latihan dilakukan bertahap dengan mulai melompati tali, kayu, batu tiruan, atau hal serupa dengan ketinggian yang akan terus bertambah sesuai usianya. Hasil latihan ini akan dapat dilihat pada saat pergelaran tradisi lompat batu.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
