Ilustrasi perempuan yang sedang liburan ke singapura. (Sumber foto: Freepik)
JawaPos.com - Singapura, sebagai negara multikultural dan multibahasa, memiliki kekayaan bahasa yang mencerminkan cara hidup penduduknya.
Dengan pengaruh dari bahasa Melayu, Tionghoa, Tamil, dan Inggris, bahasa sehari-hari Singapura menjadi unik dan dinamis.
Dilansir dari Ideapod pada Rabu (29/05) terangkum ada 21 frasa dan kata yang sering Anda dengar di Singapura yang mencerminkan kehidupan sehari-hari penduduknya.
Kata penegas yang ditambahkan di akhir kalimat untuk mengekspresikan kepercayaan atau menegaskan pernyataan, misalnya: "Don't worry, lah!"
2. Kiasu
Berarti takut kalah atau kehilangan. Ini mencerminkan sifat kompetitif dan keinginan untuk selalu mendapatkan yang terbaik, contohnya: "He's so kiasu, always wanting to be first in line."
3. Shiok
Ungkapan untuk sesuatu yang sangat menyenangkan atau memuaskan, contohnya: "This food is shiok!"
Berarti memesan atau memblokir sesuatu, biasanya tempat duduk, dengan menaruh barang pribadi di atasnya, contohnya: "I'll chop a seat for you."
5. Paiseh
Istilah Hokkien yang berarti malu atau tidak enak, contohnya: "Sorry, paiseh I forgot your name."
6. Ang Moh
Istilah Hokkien untuk orang barat atau orang asing berkulit putih, sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, contohnya: "That ang moh is really tall."
Berarti bersantai atau tidak melakukan apa-apa, biasanya dengan teman, contohnya: "Let's lepak at the mall later."
8. Makan
Kata Melayu untuk makan, sering digunakan untuk merujuk ke acara makan bersama, contohnya: "Let's go makan."
9. Blur
Berarti bingung atau tidak mengerti, contohnya: "I'm so blur today, forgot my keys."
Singkatan dari sabotage, berarti menjahili atau membuat seseorang dalam situasi sulit, contohnya: "Don't sabo me, okay?"
11. Auntie/Uncle
Istilah hormat untuk memanggil orang yang lebih tua, baik di lingkungan keluarga maupun umum, contohnya: "Auntie, how much is this?"
12. Alamak
Ekspresi keterkejutan atau keheranan, contohnya: "Alamak! I forgot my homework."
Kopi hitam tanpa susu, sering dipesan di kedai kopi, contohnya: "One kopi-O, please."
14. Kaypoh
Istilah Hokkien yang berarti ingin tahu atau ikut campur urusan orang lain, contohnya: "Don't be so kaypoh."
15. Hawker Centre
Pusat jajanan atau tempat makan terbuka dengan berbagai pilihan makanan, contohnya: "Let's meet at the hawker centre for dinner."
Berarti memesan atau menyimpan tempat, mirip dengan chop, contohnya: "Can you chope a seat for me?"
17. Bo Jio
Berarti tidak diajak atau tidak diberitahu, sering digunakan dalam konteks merasa ditinggalkan, contohnya: "Why you bo jio me to the party?"
18. Shiok sendiri
Ungkapan untuk seseorang yang menikmati sesuatu sendirian tanpa mempedulikan orang lain, contohnya: "He's shiok sendiri with his game."
Istilah Hokkien untuk menggambarkan situasi yang buruk atau masalah serius, contohnya: "My phone is jialat, battery always dying."
20. Singlish
Bahasa sehari-hari yang merupakan campuran dari Inggris dengan berbagai bahasa lokal, mencerminkan identitas unik Singapura, contohnya: "You can speak Singlish or not?"
21. Can
Ungkapan persetujuan atau kemampuan untuk melakukan sesuatu, sering digunakan sendiri atau dengan tambahan kata seperti "can lah", contohnya: "Can you help me? Can!"
Setiap kata membawa nuansa dan konteks budaya yang kaya, mencerminkan kehidupan sehari-hari di kota-kota yang serba cepat dan maju ini.
Menguasai istilah-istilah ini tidak hanya membantu dalam komunikasi, tetapi juga memberikan wawasan lebih dalam tentang kehidupan dan budaya lokal.