Mengungkap Makna Simbolis Dari 6 Makanan Khas Tahun Baru Imlek, Simak Penjelasan Berikut. (Freepik)
JawaPos.com - Dalam perayaan tahun baru imlek, makanan bukan hanya sekadar hidangan lezat untuk dinikmati bersama keluarga dan teman, tetapi juga sarana untuk memperkuat ikatan budaya dan menghormati tradisi leluhur.
Dibalik kelezatan dan kekayaan rasa, setiap hidangan tahun baru imlek memiliki makna simbolis yang dipercaya membawa keberuntungan, keberkahan, dan harapan untuk masa depan yang gemilang menurut kepercayaan Tiongkok.
Dilansir dari allthingsdelicious pada Senin (5/2), berikut merupakan beberapa makanan khas tahun baru imlek beserta maknanya.
Baca Juga: Jadi Salah Satu Negara Arab yang Merayakan Imlek, Uni Emirat Arab akan Gelar Perayaan di Dubai
1. Lumpia
Lumpia merupakan hidangan istimewa dan populer yang tidak hanya dikenal di Tiongkok, tetapi juga menjadi makanan favorit di seluruh Asia Tenggara. Berbentuk seperti silinder dengan isian daging dan sayuran serta menggabungkan berbagai rasa dalam satu gigitan. Semua isinya yang lezat dibungkus dengan adonan tipis yang kemudian digoreng hingga keemasan, menciptakan cita rasa yang khas dan menggugah selera.
Sebagaimana tradisi yang terjaga, lumpia sering kali dianggap seperti "batang emas" yang melambangkan kekayaan dan kelimpahan. Oleh karena itu, lumpia menjadi hidangan yang tak terpisahkan dari perayaan Tahun Baru Imlek, diharapkan membawa keberuntungan dan kekayaan untuk tahun yang akan datang.
2. Kue ketan
Dalam kuliner Tiongkok, kue ketan merupakan hidangan yang sangat diminati. Bahan utama kue ini terdiri dari beras ketan, gula, kacang, kurma, dan daun teratai. Konsumsi kue ketan diyakini memiliki beragam manfaat, di antaranya meningkatkan prestasi akademik, memperpanjang tubuh (seiring tinggi badan yang meningkat, semakin baik), meningkatkan kemajuan karier, dan merangsang pertumbuhan bisnis.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Film Bertema Imlek yang Tak Boleh Dilewatkan, Cocok Untuk Nostalgia Bersama Keluarga!
Selain itu, kue ketan dianggap sebagai simbol keberuntungan yang dimakan saat menyambut Tahun Baru Imlek, dengan harapan agar mencapai "ketinggian" dalam setiap aspek kehidupan pada tahun yang akan datang. Dalam persepsi masyarakat Tiongkok, tinggi bukan hanya tentang fisik, melainkan juga menggambarkan kekayaan, status, dan pengaruh seseorang.
3. Ayam utuh
Dalam perayaan tahun baru imlek, ayam sering disajikan dalam bentuk utuh, yakni dengan tubuhnya yang utuh, baik dimasak dengan cara dipanggang maupun direbus. Hidangan ini sebagai simbol kesatuan dan kelengkapan dalam keluarga. Penyajian ayam secara utuh, termasuk kepala dan kaki, mencerminkan konsep lingkaran penuh, yang melambangkan awal yang baik dan akhir tahun yang baik.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
