JawaPos.com - Beragam akomodasi murah kini sudah menjamur untuk memanjakan mereka yang ingin berwisata dengan budget tipis. Mulai dari tiket pesawat, paket wisata atau penginapan, sekaran bertebaran sarana murah meriah yang bisa dipilih para traveller untuk menjadi teman berwisata mereka.
Termasuk yang sekarang banyak dijumpai adalah akomodasi berupa hotel kapsul, penginapan murah yang bisa jadi tempat istirahat para wisatawan berkocek tipis. Nggak peduli fasilitas, hotel kapsul ini biasa dipilih para backpackers sekadar untuk tidur di tengah perjalanan wisata mereka.
Tak heran, fasilitas ini sekarang banyak diminati dan tumbuh subur usaha sejenis. Untuk hotel kapsul ini, perusahaan gaya hidup berbasis teknologi Bobobox membagikan kabar terkini terkait pertumbuhan salah satu produk akomodasi unggulannya Bobopod.
Hotel kapsul berkonsep pod berbasis teknologi Internet of Things (IoT) mereka diklaim berhasil mencatatkan tingkat retensi pelanggan di angka 55 % sepanjang tahun 2023. Sebagai produk akomodasi pertama dalam portofolio grup perhotelan Bobobox, Bobopod disebut tidak hanya mempertahankan relevansi tetapi juga menunjukkan resiliensi, menjadikannya pilihan utama untuk kategori hotel kapsul dan budget accommodation.
Ketahanan tersebut tercermin dalam data retensi pelanggan yang baru-baru ini dilaporkan dimana persentase ini menunjukkan tren positif baik di kalangan laki-laki dan perempuan, berturut-turut di angka 54 % dan 46 %. Gen-Z juga dicatatkan sebagai kelompok usia yang paling banyak menyukai solusi tidur dan beristirahat yang dihadirkan oleh Bobopod, diikuti dengan generasi Milenial.
Sebagai informasi tambahan, tingkat retensi ini menunjukkan persentase pengunjung yang kembali memesan di aplikasi Bobobox terhadap total pengunjung dalam satu tahun.
Beberapa inisiatif yang telah dijalankan oleh perusahaan untuk menjaga tingkat retensi konsumen diantaranya termasuk membangun hubungan yang lebih terpersonalisasi dan menggalakkan kampanye pemasaran yang berorientasi pada pelanggan.
Co-Founder dan CEO Bobobox, Indra Gunawan menjelaskan, dengan strategi tersebut, diharapkan perusahaan dapat terus menjaga retensi produk hotel kapsul Bobopod dan meningkatkan persentase secara keseluruhan untuk produk unggulan lainnya termasuk Bobocabin dan Boboliving.
"Harapannya, tidak hanya kami bisa memberikan pengalaman menginap yang tidak hanya nyaman, tetapi juga memungkinkan tamu mendapatkan istirahat yang berkualitas," di Jakarta.
Seperti sudah disinggung di atas, hotel kapsul biasanya menawarkan hanya fasilitas tidur saja. Dengan luas ruang berukuran 10 meter per segi, Bobopod dikatakan menawarkan kamar yang relatif lebih besar dibandingkan dengan pilihan akomodasi kapsul lainnya, memungkinkan tamu untuk bisa beristirahat dengan lebih baik.
Bobopod juga memiliki tablet B-Pad pintar yang tersedia di masing-masing unit. Integrasi teknologi berbasis IoT ini menawarkan fasilitas kamar yang unik seperti fitur meditasi tidur atau sleep meditation, bluetooth yang terkoneksi dengan speaker untuk mendengarkan lagu, dan pengaturan pencahayaan lampu dari jarak dekat.
Kenyamanan merupakan salah satu aspek lain yang turut diperhatikan dalam standar operasional Bobopod. Ini mencakup fasilitas penunjang tidur seperti tempat tidur, bantal, dan selimut. Kebersihan juga turut menjadi prioritas, dimana setiap ruangan dirawat dengan teliti untuk memastikan lingkungan yang bersih dan nyaman bagi setiap tamu.