
Photo
JawaPos.com - Banyaknya gerai resto yang menyajikan aneka kuliner ataupun pusat perbelanjaan yang menyajikan aneka menu, tetap tidak membuat kuliner di sudut jalan (street food) lesu. Justru para pelaku usaha kuliner pinggir jalan tetap bisa bertahan jika mereka kreatif.
Terlepas dari banyak perbedaan rasa, makanan adalah hobi masyarakat saat ini yang gemar traveling. Khususnya masyarakat Asia Tenggara. Pola makan atau kesukaan masyarakat di Asia Tenggara biasanya menyukai nasi dan makanan kaya rempah.
Marketing Manajer Uncledazs, Rahmawati menjelaskan salah satu usaha kuliner yang banyak diminati para pengusaha dan calon pengusaha sekarang ini yaitu street food atau jajan yang dijual dipinggir jalan. Selaun harganya murah dan rasanya enak,saat ini didukung oleh era digital yang membuat proses pengiriman lewat ojek online menjadi lebih mudah.
"Sekarang banyak sekali yang menawarkan usaha makanan street food ini. Maraknya ojek online membuat makanan street food tumbuh subur," jelasnya kepada JawaPos.com baru-baru ini.
Dia mengusulkan sebaiknya pengusaha kuliner memilih usaha street food dengan tingkat investasi yang terjangkau dan banyak penggemarnya. Salah satu contohnya adalah waralaba ayam Taiwan. Menu ala Taiwan saat ini sedang kekinian seperti ayam pop atau popcorn, chickentang dan masih banyak lagi.
"Cari yang cepat balik modal dan kekinian bagi masyarakat. Pasti cepat laku, misalnya dengan waralaba atau bisnis kemitraan," jelasnya.
Dilansir dari Warwick Asean Conference, Rabu (21/8), ada beberapa alasan mengapa kuliner jalanan masih diminati masyarakat di Asia Tenggara. Selain murah dan beragam, makan di pinggir jalan juga memberi pengalaman seru.
Beberapa alasan usaha kuliner pinggir jalan tetap digemari di antaranya:
Kaya Budaya Lokal
Masakan sering mencerminkan sejarah tempat mereka berasal. Makanan bisa menggambarkan kearifan lokal. Maka makanan street food kaya dengan cita rasa lokal dan harga yang ramah di kantong. Makanan adalah cerminan dari budaya lokal
2. Ajang Kumpul
Makanan pinggir jalan bisa memberikan pengalaman dan sebagai ajang kumpul bersama. Makanan dari rumah atau makanan rumahan seringkali merupakan kekuatan penting bagi persatuan dan semangat kebersamaan. Makanan adalah cara menghubungkan kita dengan warisan dan identitas kita.
Sulit untuk menjelaskan mengapa makanan jajanan memiliki daya tarik, namun juga budaya. Makanan jalanan bukan hanya cara menyajikan makanan tetapi juga merupakan cita rasa. Pedagang kaki lima atau makanan pinggir jalan kini semakin terjangkau, sehat, nyaman dan lezat. Rasa adalah kuncinya.
3. Harga Terjangkau
Kenyamanan dan harga yang murah merupakan hal terpenting untuk menggenjot perekonomian pelaku street food agar lebih bergeliat. Karena minimalis dan sifatnya informal biasanya hanya membutuhkan sedikit modal bagi penjualnya. Paling penting untuk bertahan kuncinya adalah menyajikan makanan yang lezat, unik, dan terjangkau.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
