Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 Oktober 2026 | 18.48 WIB

Studio Ghibli Buka Pameran di Kyoto, Ungkap Filosofi Zen di Balik Film Spirited Away dan Mononoke

Foto yang diambil pada 2 Oktober 2026 memperlihatkan berbagai pajangan dalam pameran "Zen and Ghibli" di Museum Seni Kyocera Kota Kyoto, Kyoto. (Kyodo)

JawaPos.com - Studio Ghibli menggelar pameran di Kyoto, Jepang, yang mengungkap hubungan antara film-film animasi populer mereka dan filosofi Zen dalam agama Buddha. Pameran tersebut menyoroti pesan kehidupan dalam karya sutradara anime Hayao Miyazaki, termasuk pentingnya hidup berdampingan dan menerima sesuatu tanpa harus sepenuhnya memahaminya.

Dilansir dari Kyodo, Senin (12/10), pameran bertajuk Zen and Ghibli berlangsung di Kyoto City Kyocera Museum of Art mulai 3 Oktober hingga 6 Desember 2026. Salah satu hal yang diangkat adalah filosofi hidup berdampingan yang menjadi tema dalam film Princess Mononoke.

Pameran ini menampilkan berbagai objek yang merekonstruksi karakter dari film The Boy and the Heron dan Spirited Away. Sejumlah dialog terkenal dari film-film tersebut juga dipamerkan berdampingan dengan kutipan para biksu Zen.

Yuriko Ishida, pengisi suara dalam sejumlah film Studio Ghibli, termasuk Princess Mononoke, mengaku langsung merasakan pengalaman berbeda saat memasuki ruang pameran.

“Saya berniat belajar tentang Zen, tetapi begitu melangkah melewati pintu masuk, saya melupakan semuanya dan hanya merasa bahagia,” kata Ishida dalam upacara pembukaan pameran pada 2 Oktober.

Produser Ghibli Toshio Suzuki, yang kaligrafi dan lukisannya turut dipamerkan, juga mengungkapkan kedekatannya dengan ajaran Buddha.

“Profesi ideal saya adalah menjadi seorang biksu Buddha. Buddhisme selalu ada dalam diri saya,” ujar Suzuki.

Filosofi Zen dalam film Ghibli

Menurut situs resmi pameran, film-film Ghibli kerap menghadirkan pandangan hidup yang tidak membagi segala sesuatu secara mutlak menjadi baik dan jahat. Karya-karya tersebut juga tidak terburu-buru memberikan jawaban dan mengajak penonton menerima sesuatu meskipun belum sepenuhnya memahaminya.

Pendekatan tersebut dinilai memiliki keselarasan dengan prinsip Zen yang menekankan sikap tidak mudah mengotak-ngotakkan, tidak terburu-buru menghakimi, dan melihat sesuatu sebagaimana adanya.

“Hal ini sangat selaras dengan prinsip Zen untuk tidak membagi, tidak menghakimi, dan melihat segala sesuatu sebagaimana adanya,” demikian penjelasan di situs pameran.

Melalui pameran ini, pengunjung diajak melihat film-film Ghibli bukan hanya sebagai hiburan animasi, tetapi juga sebagai karya yang memuat refleksi tentang cara manusia memandang dunia dan menjalani kehidupan.

Editor: Dhimas Ginanjar
Sumber: Kyodo News
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore