
e Hemel Restaurant yang berada di The Shalimar Boutique Hotel Malang. (Istimewa).
JawaPos.com – Langkah pembaruan identitas resmi diambil de Hemel Restaurant yang berada di The Shalimar Boutique Hotel Malang lewat agenda re-branding bertajuk “A New Taste of Home”. Lewat penyegaran ini, restoran legendaris tersebut bertransformasi menghadirkan atmosfer ruang yang lebih ramah dan benderang, dipadukan dengan eksplorasi sajian rumahan berkarakter Nusantara serta sentuhan khas Indies.
Corporate Branding Manager The Shalimar Boutique Hotel Malang Kartika Chandra Hapsari memaparkan bahwa arah perubahan ini tidak sekadar berfokus pada visualisasi interior, melainkan juga menata ulang narasi dan kesan mendalam yang dirasakan oleh pengunjung saat menikmati hidangan.
“Konsepnya A New Taste of Home. Kami ingin membuat suasananya lebih terang, cerah dan lebih friendly,” ujar Kartika saat diwawancarai, Kamis (17/9/2026).
Meskipun menyuguhkan nuansa yang lebih modern dan segar, jejak historis cagar budaya pada bangunan tetap dirawat secara utuh. Elemen desain Freemason peninggalan dekade 1930-an, lantai teraso klasik, serta panggung mini dekat piano besar yang menjadi tempat pertunjukan musik tetap dipertahankan sebagai poros keunikan de Hemel.
Menurut Kartika, keberadaan memori masa lampau tersebut difungsikan sebagai pijakan awal untuk melahirkan pengalaman baru yang relevan bagi masyarakat saat ini.
“Heritage-nya tetap kami pertahankan. Jadi bukan hanya melihat masa lalu, tetapi bagaimana dari ruangan ini kita memulai cerita yang baru,” jelasnya.
Transformasi paling menonjol tampak pada racikan kulinernya yang kini mendalami perpaduan menu Indies dan masakan khas Nusantara. Pengunjung dapat mencicipi aneka sajian pembuka hingga hidangan penutup yang sarat nostalgia, seperti bitterballen, olahan ikan asin klotok, rujak kuah pindang, hingga kelezatan nasi empal.
Seluruh sajian bercita rasa rumahan tersebut disajikan dalam standar kenyamanan hotel bintang lima, namun tetap mematok harga yang ramah di kantong dengan mayoritas menu di bawah Rp 100 ribu. Skema harga bersahabat ini sengaja diterapkan guna memperluas jangkauan pengunjung dari luar hotel.
“Target kami keluarga, terutama warga Malang yang ingin menikmati makanan rumahan autentik Indonesia dan Indies,” kata Kartika.
Secara etimologi, de Hemel diserap dari bahasa Belanda yang bermakna “Taman Surgawi”. Filosofi tersebut kini dihidupkan kembali sebagai ruang berkumpul yang intim dan inklusif bagi pencinta kuliner di Malang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022