
Foto yang diambil pada 18 Juli 2026 memperlihatkan Pantai Hakotsukuri di Prefektur Osaka, Jepang. (Kyodo)
JawaPos.com – Jumlah pantai resmi yang dibuka untuk kegiatan berenang selama musim panas di Jepang terus menyusut dalam tiga dekade terakhir. Gelombang panas yang semakin ekstrem, abrasi pantai, hingga berkurangnya jumlah pengunjung menjadi penyebab utama penurunan tersebut.
Seperti dilansir Kyodo, Senin (20/7), data Japan Travel and Tourism Association menunjukkan jumlah pantai resmi mencapai 1.379 lokasi pada 1993. Namun, pada 2024 jumlahnya tinggal 969 pantai, atau turun sekitar 30 persen.
Pada era 1990-an hingga awal 2000-an, jumlah pantai yang beroperasi relatif stabil di kisaran 1.300 lokasi. Penurunannya mulai terlihat setelah itu dan untuk pertama kalinya jumlah pantai aktif turun di bawah 1.000 pada 2022, saat pandemi Covid-19 masih berdampak terhadap sektor pariwisata.
Menurut pemerintah daerah yang diwawancarai Kyodo, salah satu penyebab utama adalah semakin sedikit masyarakat yang memilih berlibur ke pantai. Suhu musim panas yang semakin menyengat membuat banyak orang menghindari paparan sinar matahari karena khawatir terbakar matahari maupun mengalami serangan panas (heatstroke).
Selain itu, pilihan hiburan di dalam ruangan yang semakin beragam juga mengurangi minat masyarakat untuk menghabiskan waktu di pantai. Akibatnya, pengelola kesulitan memperoleh keuntungan sehingga enggan membuka kawasan wisata tersebut.
Masalah lain yang dihadapi adalah kekurangan petugas penjaga pantai (lifeguard). Tanpa tenaga pengawas yang memadai, banyak pemerintah daerah memilih tidak mengoperasikan pantai demi alasan keselamatan.
Di Prefektur Kanagawa, misalnya, asosiasi yang menanggung sebagian biaya operasional Pantai Miura Kaigan mengalami kesulitan keuangan sehingga memutuskan tidak membuka pantai itu pada 2024.
Hal serupa juga terjadi di Pantai Hakotsukuri di Prefektur Osaka yang tidak dibuka sepanjang 2024.
Di beberapa wilayah, penyusutan garis pantai atau abrasi menjadi faktor utama. Pantai Otake Kaigan Hokota di Prefektur Ibaraki menjadi salah satu contohnya.

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Menlu Iran Ungkap Dugaan Kebocoran Intelijen di Jantung Kekuasaan, Serangan yang Tewaskan Khamenei Dinilai Sudah Diketahui Musuh
Hotman Paris Sampaikan Permintaan Maaf usai Diduga Hina Wartawan "Lu punya otak enggak sih?"
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Polisi Periksa Saksi dan CCTV, Ungkap Dugaan Penculikan Atlet Golf Putri Indonesia Jesslyn Wijaya
