
Ilustrasi: Kereta Ekonomi banyak dipilih karena harganya terjangkau untuk perjalanan jauh yang tepat waktu. (Istimewa)
JawaPos.com - Perjalanan dari Yogyakarta ke Cilacap sering jadi pilihan banyak orang, mulai dari mahasiswa, pekerja, hingga wisatawan yang ingin menjelajah pesisir selatan Jawa Tengah. Jaraknya memang tidak terlalu jauh, sekitar 180 kilometer, tetapi waktu tempuhnya bisa mencapai 4–5 jam tergantung rute dan moda transportasi yang dipilih.
Kabar baiknya, perjalanan ini sebenarnya bisa dilakukan dengan biaya cukup ramah di kantong tanpa harus repot berpindah-pindah kendaraan. Dengan sedikit strategi, kamu bisa menghemat pengeluaran sekaligus membuat perjalanan lebih nyaman.
Berikut tujuh cara hemat perjalanan Yogyakarta–Cilacap tanpa banyak transit yang bisa kamu coba.
1. Naik Bus Langsung dari Yogyakarta
Salah satu cara paling praktis adalah menggunakan bus antarkota yang melayani rute langsung. Operator yang cukup dikenal di jalur ini adalah PO Efisiensi.
Bus ini kerap menjadi pilihan karena rutenya relatif langsung menuju Cilacap tanpa banyak transit. Tarifnya juga masih cukup terjangkau, biasanya berkisar Rp 90.000 hingga Rp 100.000-an, tergantung kelas dan jadwal keberangkatan.
Keberangkatan biasanya tersedia dari terminal atau titik penjemputan tertentu di Yogyakarta, dan perjalanan berlangsung sekitar lima jam.
2. Pilih Kereta Ekonomi untuk Perjalanan Lebih Stabil
Jika kamu ingin perjalanan yang lebih nyaman dan bebas macet, kereta bisa menjadi alternatif menarik. Salah satu kereta yang melintasi jalur ini adalah KA Joglosemarkerto.
Kereta ekonomi ini cukup populer karena tarifnya masih ramah di kantong, biasanya mulai dari Rp 100.000-an. Selain itu, jadwalnya juga relatif stabil sehingga kamu bisa memperkirakan waktu tiba dengan lebih akurat.
Kereta cocok untuk kamu yang ingin perjalanan santai tanpa harus menghadapi lalu lintas padat di jalan raya.
3. Gunakan Jalur Alternatif agar Lebih Lancar
Bagi yang membawa kendaraan pribadi, memilih rute alternatif bisa membantu menghemat waktu sekaligus bahan bakar.
Salah satu jalur yang cukup sering digunakan adalah rute Wates – Srandakan – Kebumen – Kemranjen. Jalur ini biasanya lebih lengang dibandingkan jalur utama melalui kota besar.
Selain lebih lancar, perjalanan juga terasa lebih santai karena kamu melewati kawasan pedesaan dan persawahan yang cukup indah.
4. Pesan Tiket Secara Online

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
