
Wat Phra That Doi Suthep, salah satu destinasi spiritual paling terkenal di Chiang Mai yang juga menjadi simbol perpaduan budaya, tradisi, dan daya tarik pariwisata kota ini (Tourism Authority of Thai
JawaPos.com - Chiang Mai, kota budaya di utara Thailand, kembali menjadi perhatian dunia berkat sejumlah perkembangan penting di sektor pariwisata, budaya, dan kreativitas. Mulai dari penghargaan internasional sebagai kota terbaik di Asia, peluncuran penerbangan langsung dari Abu Dhabi, hingga festival desain berkelanjutan, semuanya memperkuat posisi Chiang Mai sebagai destinasi unggulan kawasan Asia Tenggara.
Dilansir dari Travel + Leisure World’s Best Awards 2025 melalui laporan Tourism Authority of Thailand (TAT), Chiang Mai dinobatkan sebagai “Kota Terbaik di Asia” dengan skor 91,94. Penghargaan ini diberikan karena kombinasi unik antara keramahan penduduk, keindahan alam pegunungan, kuliner khas, dan warisan budaya yang terjaga. Menurut laporan di TAT News, capaian ini mempertegas citra Chiang Mai sebagai kota wisata yang tidak hanya indah, tetapi juga berkarakter kuat dan ramah bagi wisatawan internasional.
Dalam laporan yang sama, otoritas pariwisata Thailand menegaskan bahwa penghargaan ini akan menjadi momentum penting untuk mempromosikan pariwisata berkelanjutan dan memperluas jaringan wisata ke pasar internasional.
“Chiang Mai adalah bukti bahwa keaslian budaya lokal dapat berjalan beriringan dengan inovasi modern,” ujar Gubernur TAT, Thapanee Kiatphaibool.
Menambah daya tariknya, Khaosod English melaporkan bahwa Etihad Airways resmi membuka penerbangan langsung dari Abu Dhabi menuju Chiang Mai pada 4 November 2025. Penerbangan perdana dengan nomor EY426 mendarat di Bandara Internasional Chiang Mai pada pukul 06.05 pagi dan disambut upacara budaya oleh otoritas setempat. Jalur udara sepanjang 4.612 kilometer ini menjadi rute langsung terjauh yang pernah dimiliki Chiang Mai, menunjukkan meningkatnya konektivitas global kota tersebut.
Masih dari sumber yang sama, rute Abu Dhabi - Chiang Mai akan dioperasikan empat kali seminggu setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu menggunakan pesawat Airbus A321LR berkapasitas 160 penumpang. Menurut Etihad, pembukaan rute ini diharapkan meningkatkan kunjungan wisatawan dari Timur Tengah dan kawasan Eropa, sekaligus memperluas potensi ekonomi lokal di sektor perhotelan dan transportasi wisata.
Tak hanya sektor transportasi, Nation Thailand memberitakan bahwa Chiang Mai juga bersiap menjadi tuan rumah Chiang Mai Design Week (CMDW) 2025 dengan tema “Local Plus: Creativity, Technology and Sustainability”. Festival akan digelar pada 6–14 Desember 2025 dan menghadirkan kolaborasi antara desainer lokal, komunitas kreatif, serta peserta internasional dari lebih dari 12 negara. Kegiatan ini mencerminkan upaya pemerintah daerah dalam menjadikan Chiang Mai sebagai pusat ekonomi kreatif berbasis keberlanjutan.
Menurut laporan Nation Thailand, CMDW 2025 akan menampilkan 16 kegiatan utama, diantaranya pameran Make Scents, Make Sense yang menggunakan aroma untuk menggambarkan identitas budaya Thailand, dan instalasi The Homecoming Club yang menyoroti potensi kreatif masyarakat di wilayah utara. Festival ini juga mengusung konsep ramah lingkungan dengan menghadirkan “POP Market” dan pavilion Kon Tam(ya) yang menonjolkan produk lokal berkelanjutan dari empat provinsi di sekitar Chiang Mai.
Selain itu, The New York Times dalam laporan interaktif bertajuk “Things to Do in Chiang Mai” menyoroti kebangkitan sektor wisata kota ini yang kini memadukan pengalaman tradisional dan modern. Mulai dari menjelajahi kuil kuno Wat Phra That Doi Suthep, berkunjung ke pasar seni lokal, hingga menikmati cafe modern di kawasan Nimmanhaemin, Chiang Mai berhasil menggabungkan sejarah, kreativitas, dan gaya hidup kontemporer dengan mulus.
Sementara itu, suasana semakin semarak dengan digelarnya Chiang Mai Lantern Festival 2025, sebagaimana dilaporkan oleh Travel and Tour World, festival lentera ini menampilkan ribuan lentera yang dilepaskan ke langit malam sebagai simbol keberuntungan dan harapan. Acara tersebut juga menampilkan parade budaya, kuliner tradisional, serta pertunjukan musik lokal yang memperkuat citra Chiang Mai sebagai “Kota Seribu Cahaya”.
Dengan rangkaian prestasi dan kegiatan internasional tersebut, Chiang Mai kini diakui bukan hanya sebagai destinasi wisata alam, tetapi juga sebagai kota kreatif dan berkelanjutan yang menjadi simbol kebangkitan pariwisata Thailand pasca pandemi. Seperti dilansir dari TAT News, pemerintah daerah berkomitmen menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian budaya agar Chiang Mai tetap menjadi kota yang memikat bagi dunia. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022