Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 18 Agustus 2024 | 17.07 WIB

Geliat Desa-Desa Wisata di Jatim yang Makin Merdeka Kembangkan Potensi

SUKSES: Desa Ketaparnrame, Mojokerto, berhasil terpilih sebagai desa terbaik berkat kemampuan mengemas seluruh potensi alamnya menjadi objek wisata menarik. (SOPIAN KURNIAWAN/JAWA POS RADAR MOJOKERTO) - Image

SUKSES: Desa Ketaparnrame, Mojokerto, berhasil terpilih sebagai desa terbaik berkat kemampuan mengemas seluruh potensi alamnya menjadi objek wisata menarik. (SOPIAN KURNIAWAN/JAWA POS RADAR MOJOKERTO)

Masyarakat pedesaan makin merdeka menentukan nasibnya. Mereka bebas menggali semua potensinya untuk berdikari. Salah satunya adalah pariwisata. Kini makin banyak desa wisata di negeri ini. Tak sedikit yang sudah menuai hasil positif.

ADA makna di balik pemberian nama Ketapanrame oleh nenek moyang desa yang terletak di Kecamatan Trawas, Mojokerto, tersebut. Dulu kawasan itu dikenal memiliki sejumlah tempat bertapa (pertapaan) yang ramai (rame) dikunjungi orang yang ingin bersemedi.

Kini nama Ketapanrame makin populer. Bukan karena pertapaannya, tetapi juga pariwisatanya. Desa yang berada di bawah lereng Gunung Welirang itu telah sukses bermetamorfosis menjadi desa wisata.

Tak hanya ramai dikunjungi para wisatawan dari berbagai daerah, Desa Ketapanrame juga sukses menjadi desa wisata berprestasi. Pada ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023, desa ini terpilih menjadi desa wisata terbaik.

Kesuksesan Ketapanrame menjadi desa wisata unggulan tak terlepas dari kemampuan masyarakat untuk memaksimalkan semua potensi wisata. Mereka juga sukses mengembangkan komoditas unggulan seperti kopi menjadi wahana wisata sekaligus sumber ekonomi. ”Semua ditanam dan dikelola sendiri oleh warga yang tergabung dalam kelompok petani kopi,” ungkap Kepala Desa Ketapanrame Zainul Arifin.

Ketapanrame merupakan satu di antara sekian banyak kisah keberhasilan desa yang bermetamorfosis menjadi desa wisata. Saat ini ada banyak desa yang masuk daftar recommended menjadi destinasi healing dengan ragam tema yang ditawarkan.

Desa-desa wisata unggulan itu tersebar di berbagai provinsi. Saat mampir ke Jogja, ada sejumlah desa yang berhasil mengembangkan wisatanya. Di antaranya, Desa Wisata Wukirsari, Bantul; Kampung Wisata Purbayan, Kota Jogjakarta; serta Desa Wisata Hargotirto, Kulon Progo.

Wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat juga sarat desa wisata unggulan. Mulai Desa Wisata Conto, Wonogiri; Desa Wisata Sambongrejo, Blora; dan desa-desa lainnya.

Perkembangan desa wisata di negeri ini memang begitu pesat. Sejak konsep ini diperkenalkan pada 1995 (salah satu pionirnya adalah Desa Penglipuran, Bali), makin banyak desa yang memanfaatkan potensinya sebagai destinasi wisata.

Berdasar data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), saat ini tercatat ada 6.016 desa wisata yang terdaftar dalam Jejaring Desa Wisata (Jadesta).

Efek positif desa wisata membuat sebagian pemerintah di tingkat daerah memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan sektor ini. Salah satunya di Jawa Timur (Jatim).

Hingga kini, tercatat sudah ada 630 desa wisata di Jatim. Eksistensi desa wisata itu didukung lewat 6.638 badan usaha milik desa (BUMDes). ”Desa-desa bebas mengembangkan potensinya. Prioritas kami adalah mengembangkan semua potensi itu, terutama desa wisata,” kata Plh Sekdaprov Bobby Soemiarsono.

Salah satu yang sedang digencarkan adalah ragam festival hingga promosi wisata. ”Dengan makin dikenalnya desa-desa wisata di Jatim, kita berharap tingkat kunjungannya akan naik,” tuturnya. (kkn/ram/c14/ris)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore