
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengapresiasi keberhasilan 10 desa wisata yang berhasil meraih Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan 2025. (ANTARA)
JawaPos.com - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengatakan bahwa sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan adalah langkah penting untuk memastikan desa wisata di Indonesia bisa naik kelas.
Tidak hanya menjadi destinasi unggulan, tetapi juga dikelola dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan, pelestarian budaya, serta pemberdayaan masyarakat setempat.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengapresiasi keberhasilan 10 desa wisata yang berhasil meraih Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan 2025. "Kami berharap dengan semakin banyaknya desa wisata yang tersertifikasi, akan tercipta ekosistem pariwisata yang inklusif, berdaya saing global, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat desa," katanya dikutip Minggu (21/12).
Sertifikasi ini dilaksanakan Kementerian Pariwisata berkolaborasi dengan BCA melalui proses penentuan status mutu, standar, dan kualitas desa wisata. Adapun mekanisme penilaian atau auditnya, menggunakan kriteria dan indikator kepariwisataan berkelanjutan yang telah ditetapkan dalam Permenparekraf Nomor 9 Tahun 2021 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan.
Sertifikasi ini dilakukan melalui mekanisme penilaian lembaga sertifikasi yang bernaung di bawah Kemenpar, yaitu Lembaga Sertifikasi Produk Indonesia Sustainable Tourism Council (LS Pr-ISTC).
Desa Wisata yang dipilih untuk disertifikasi yaitu desa wisata berstatus maju atau mandiri, serta telah memiliki prestasi di tingkat nasional maupun internasional. "Program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam mendorong pengembangan desa wisata yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan, serta merupakan bagian dari kerangka program pengembangan pariwisata berkelanjutan di Indonesia," kata Menpar.
Program Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan menjadi bagian dari strategi nasional pengembangan pariwisata berkelanjutan di Indonesia yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) dan pilar-pilar pembangunan desa wisata mencakup ekonomi, sosial-budaya, serta lingkungan. Emiten dengan kode sandi BBCA itu berkomitmen mendukung Kementerian Pariwisata dalam pelaksanaan Program Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan.
"Kami meyakini inisiatif ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan. Kami berharap kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta ini dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan ekonomi lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia melalui pariwisata," kata Direktur BCA Antonius Widodo Mulyono.
Berikut daftar 10 desa wisata yang sudah sertifikasi sebagai Desa Wisata Berkelanjutan:
1. Desa Wisata Wanurejo di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah;
2. Desa Wisata Krebet di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta;
3. Desa Wisata Les di Kabupaten Buleleng, Bali;
4. Desa Wisata Senaru di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat;
5. Desa Wisata Dayun di Kabupaten Siak, Riau;
6. Desa Wisata Kreatif Terong, di Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung;

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
