Ilustrasi: Jam Gadang, ikon populer Kota Bukittinggi. (Istimewa).
JawaPos.com - Perjalanan darat dari Padang ke Bukittinggi menjadi salah satu rute favorit wisatawan maupun masyarakat lokal di Sumatera Barat. Selain menghubungkan dua kota penting, Padang sebagai ibu kota provinsi dan Bukittinggi sebagai destinasi wisata unggulan, rute ini juga menawarkan panorama alam perbukitan yang khas Minangkabau.
Tak heran jika kebutuhan akan transportasi yang aman, nyaman, dan mudah diakses untuk rute Padang–Bukittinggi selalu tinggi, terutama saat akhir pekan dan musim liburan. Bagi Anda yang sedang merencanakan perjalanan, berikut rangkuman pilihan bus dan shuttle favorit penumpang yang bisa dijadikan referensi.
Jarak Padang ke Bukittinggi berkisar 90–100 kilometer, dengan waktu tempuh rata-rata 2 hingga 3 jam, tergantung kondisi lalu lintas dan cuaca. Jalur ini melewati kawasan Sitinjau Lauik yang terkenal dengan tanjakan dan kelokannya, sehingga faktor keselamatan kendaraan dan pengalaman pengemudi menjadi pertimbangan utama.
Pada momen tertentu seperti libur panjang, Lebaran, atau Natal dan Tahun Baru, sistem buka-tutup atau satu arah kerap diberlakukan di beberapa titik. Karena itu, memilih operator transportasi yang berpengalaman sangat disarankan.
Nama ANS sudah lama dikenal sebagai salah satu operator bus besar di Sumatera. Meski lebih populer untuk rute antarkota dan antarprovinsi, ANS juga sering melayani penumpang Padang–Bukittinggi secara parsial.
Bus ANS umumnya berangkat dari Padang menuju kota-kota lain dan melewati Bukittinggi. Kursi yang tersedia bisa dimanfaatkan oleh penumpang dengan jarak pendek.
Kelebihan bus ini adalah armada besar dan terawat, pengemudi berpengalaman, cocok bagi penumpang yang membawa banyak barang. Namun kekurangannya, jadwal bisa menyesuaikan rute panjang dan tidak selalu tersedia setiap jam.
NPM merupakan operator bus legendaris di Sumatera Barat. Selain melayani rute jauh seperti Padang–Jakarta, NPM juga sering menjadi pilihan untuk perjalanan jarak menengah seperti Padang–Bukittinggi.
Bus NPM dikenal dengan jadwal relatif rutin dan tarif yang kompetitif. Sama seperti ANS, sebagian armada NPM bersedia mengangkut penumpang parsial.
Kelebihan bus ini jelas karena reputasi lama dan terpercaya. Banyak titik naik dan turun penumpang dan harga relatif stabil juga jadi faktor yang membuat bus ini bisa jadi alternatif untuk perjalanan singkat dari Padang ke Bukittinggi atau sebaliknya.
Nama Gumarang Jaya juga cukup familiar bagi penumpang transportasi darat di Sumatera. Operator ini kerap melayani lintasan yang melewati Bukittinggi dan Padang.
Meski jumlah armadanya tidak sebanyak ANS atau NPM, Gumarang Jaya tetap menjadi alternatif menarik, terutama saat operator lain kehabisan kursi.
Bagi penumpang yang mengutamakan kecepatan dan kenyamanan, shuttle atau travel lokal menggunakan mobil Elf atau minibus sering menjadi pilihan utama.
Salah satu yang cukup dikenal adalah Annanta Travel, yang menyediakan layanan Padang–Bukittinggi pulang-pergi (PP). Tarif yang ditawarkan berkisar Rp 260 ribuan, tergantung layanan dan titik jemput.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
