Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 September 2025 | 07.41 WIB

Midsommar, Festival Musim Panas Swedia yang Menyatukan Langit, Bunga, dan Jiwa

Midsommar, festival yang merayakan musim panas dengan penuh cinta dan warna (Dok. Parentmap.com)

JawaPos.com - Midsommar atau Midsummer menjadi salah satu perayaan paling ikonik di Swedia, dirayakan setiap Jumat antara tanggal 19 hingga 25 Juni. Festival ini menandai titik balik musim panas, ketika matahari hampir tidak terbenam di wilayah utara Swedia. 

Tradisi ini bukan sekadar liburan, melainkan momen spiritual dan budaya yang menyatukan masyarakat dalam sukacita, alam, dan warisan nenek moyang mereka.

Perayaan Midsommar berakar dari masa pra-Kristen, ketika masyarakat agraris Swedia mengadakan ritual untuk menyambut musim panen dan mengusir roh jahat. 

Seiring masuknya agama Kristen, Midsommar diadaptasi untuk menghormati Santo Yohanes Pembaptis, namun unsur pagan seperti tiang maypole dan mahkota bunga tetap menjadi elemen utama hingga kini.

Tiang maypole (majstång) menjadi pusat dari seluruh perayaan. Warga berkumpul di taman atau lapangan desa untuk menghias dan mendirikan tiang kayu yang dililit bunga dan dedaunan. 

Setelah itu, mereka menari bersama dalam lingkaran, termasuk tarian tradisional "Små Grodorna" atau "Katak-katak kecil" yang menjadi favorit anak-anak. "Menari di sekitar maypole adalah cara kami merayakan kehidupan dan cahaya," ujar Anna Hållams, fotografer budaya Swedia, yang mengabadikan momen Midsommar setiap tahun.

Selain menari, membuat mahkota bunga dari tanaman liar adalah tradisi yang tak terpisahkan, terutama bagi perempuan dan anak-anak. Mahkota ini melambangkan hubungan manusia dengan alam dan diyakini membawa keberuntungan. "Kami diajarkan sejak kecil untuk memetik tujuh jenis bunga dan meletakkannya di bawah bantal agar mimpi tentang jodoh datang," kata Carolina Romare, warga Malmö yang rutin merayakan Midsommar bersama keluarganya.

Hidangan khas Midsommar juga menjadi daya tarik tersendiri. Meja makan dipenuhi dengan herring acar, kentang rebus dengan dill, salmon asap, bakso Swedia, dan berbagai salad segar. 

Untuk pencuci mulut, stroberi segar dengan krim menjadi sajian wajib. "Midsommar bukan hanya soal makanan, tapi soal kebersamaan. Kami bernyanyi, bersulang dengan schnapps, dan tertawa bersama," ujar Lieselotte van der Meijs, fotografer kuliner Swedia.

Midsommar biasanya dirayakan di pedesaan, di tepi danau, atau di rumah musim panas. Banyak warga kota meninggalkan hiruk-pikuk urban untuk menikmati ketenangan alam. 

Bahkan di tempat seperti Riksgränsen, perayaan berlangsung di bawah matahari tengah malam, di mana langit tetap terang sepanjang malam. "Merayakan Midsommar di bawah matahari yang tak pernah terbenam adalah pengalaman magis," tulis Visit Sweden dalam panduan resminya.

Festival ini terbuka untuk siapa saja, baik warga lokal maupun wisatawan. Di taman-taman kota, pengunjung bisa ikut menari, membuat mahkota bunga, dan merasakan kehangatan budaya Swedia. 

"Midsommar menjadi momen di mana setiap orang, tanpa memandang latar belakang, merasa menjadi bagian dari satu keluarga besar," ujar Simon Paulin, jurnalis budaya Swedia.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore