Timnas Swedia tak berdaya dalam babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 di bawah asuhan Graham Potter. (Dok SVFF)
JawaPos.com — Swedia menciptakan salah satu kisah paling absurd dalam sejarah kualifikasi Piala Dunia 2026 setelah tampil mengenaskan dengan lima pertandingan tanpa kemenangan. Mereka bukan hanya gagal menang, tetapi justru menelan empat kekalahan dan hanya meraih satu hasil imbang, namun anehnya tetap melaju ke babak play-off.
Kekalahan beruntun dari Kosovo baik di kandang maupun tandang membuat publik terbelalak karena Swedia sebelumnya dikenal sebagai tim yang selalu tampil disiplin dan solid.
Kondisi makin memprihatinkan ketika mereka dipaksa tunduk oleh Swiss dan hanya mampu menahan Slovenia dalam satu-satunya laga yang tidak berakhir dengan kekalahan.
Laga pamungkas menjadi puncak keterpurukan setelah Swedia dihajar Swiss dengan skor 4–1. Performa yang jauh dari standar Eropa itu menegaskan betapa beratnya periode kualifikasi yang mereka jalani.
Yang membuat cerita ini semakin tidak masuk akal ialah kenyataan Swedia justru tetap lolos ke babak play-off.
Situasi ini membuat banyak orang bertanya-tanya bagaimana mungkin tim yang tampil seburuk itu masih memiliki peluang menuju Piala Dunia.
Jawabannya berasal dari mekanisme baru yang diterapkan UEFA untuk menentukan empat slot tambahan melalui jalur play-off.
Sistem ini mengombinasikan 12 runner-up kualifikasi dengan empat juara grup UEFA Nations League yang gagal finis di dua besar kualifikasi.
Swedia termasuk dalam kelompok tersebut karena mereka sebelumnya menjadi juara grup UEFA Nations League pada edisi 2024/2025.
Status itu memberi mereka tiket khusus untuk tetap bersaing walau posisi di kualifikasi berada di dasar klasemen.
Keuntungan itu hadir akibat aturan yang memungkinkan juara grup Nations League yang gagal lolos otomatis tetap mendapat kesempatan kedua.
Dalam kasus Swedia, keberhasilan di Nations League menjadi penyelamat di tengah performa buruk mereka di kualifikasi.
Format baru ini dirancang untuk memberi nilai lebih pada Nations League yang selama ini dianggap kurang bergengsi.
Tim-tim yang bersinar di kompetisi tersebut mendapatkan jalur alternatif, sehingga performa masa lalu mereka tetap dihargai.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
