Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 September 2025 | 07.57 WIB

Panagbenga Flower Festival di Baguio Filipina: Keindahan Bunga dan Parade Megah yang Memukau Wisatawan

Float floralkreatif dan penuh warna berjalan di jalanan Baguio saat Grand Float Parade Panagbenga 2025 (Dok. GMA Regional TV One North Central Luzon)

JawaPos.com - Setiap bulan Februari, Kota Baguio di Filipina berubah menjadi lautan warna berkat Panagbenga Flower Festival. Festival bunga terbesar di negara ini tidak hanya menampilkan parade kendaraan hias yang dipenuhi bunga, tetapi juga tarian jalanan dan berbagai pertunjukan seni yang melibatkan masyarakat lokal.

Menurut Camella Philippines, festival ini lahir sebagai bentuk penghormatan terhadap alam sekaligus simbol kebangkitan setelah gempa besar Luzon pada tahun 1990.

Makna dan Sejarah Panagbenga

Istilah "Panagbenga" berasal dari bahasa Kankanaey yang berarti "musim mekarnya bunga". Nama ini menggantikan sebutan lama "Baguio Flower Festival" pada tahun 1997 atas saran Ike Picpican, seorang arsiparis dan kurator budaya.

Seperti yang dicatat oleh situs resmi Panagbenga Flower Festival, penggunaan nama tersebut semakin menegaskan identitas lokal Baguio dan akar budayanya.

Gagasan pertama festival ini dicetuskan oleh Atty. Damaso E. Bangaoet, Jr. pada tahun 1995. Ia ingin menjadikan bulan Februari, yang biasanya sepi wisatawan, sebagai musim penuh atraksi.

Menurut catatan Vista Residences, festival perdana akhirnya digelar pada tahun 1996 dan sukses menarik perhatian publik, menjadikannya agenda tahunan yang terus berkembang.

Daya Tarik Festival

Daya tarik utama Panagbenga adalah Grand Float Parade. Kendaraan yang dihias ribuan bunga seperti mawar, krisan, dan gerbera, melintasi jalanan kota layaknya karya seni bergerak.

Kiwanis Asia-Pacific menggambarkan parade ini sebagai "a festival of living colors" karena keindahan visualnya yang memukau. Tidak heran jika ribuan wisatawan rela datang lebih awal untuk mendapatkan posisi terbaik menonton parade.

Selain float, festival juga meriah dengan Grand Street Dance Parade. Ribuan pelajar dan kelompok komunitas ikut menari di sepanjang Session Road dan Harrison Road.

Kostum penuh ornamen bunga, irama drum yang menggelegar, serta sorak-sorai penonton menciptakan suasana pesta budaya yang penuh semangat. Menurut laporan ICS Travel Group, tarian massal ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan mancanegara.

Untuk tahun 2025, Panagbenga mengusung tema "Blossoms Beyond Boundaries". Tema ini melambangkan kerja sama Baguio dengan berbagai kota sahabat di dunia.

Philippine Information Agency (PIA) menulis bahwa bunga Everlasting dan Sunflower mewakili Baguio, sementara kota-kota lain seperti San Antonio di Texas direpresentasikan lewat Bluebonnet, dan Jepang melalui Cherry Blossoms.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore