
Tiga kapal perang TNI AL yakni KRI Brawijaya-320, KRI Prabu Siliwangi-321, dan KRI R. E. Martadinata-331 sudah kembali ke Tanah Air usai perhelatan KTT ASEAN di Filipina. (dok. Puspen TNI AL)
JawaPos.com - Bersamaan dengan penyelenggaraan KTT ASEAN yang dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto di Cebu, beberapa waktu lalu, 3 kapal perang Indonesia bertolak ke Filipina. Saat ini, TNI AL memastikan ketiga alat utama sistem persenjataan (alutsista) strategis tersebut sudah kembali ke Indonesia.
Ketiga KRI yang dimaksud adalah KRI Brawijaya-320, KRI Prabu Siliwangi-321, dan KRI R. E. Martadinata-331. Menurut Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, ketiga kapal perang itu sempat melakukan port visit di Cebu. Dia mengakui, agenda itu dilaksanakan bersamaan dengan KTT ASEAN.
”3 KRI dari Filipina melaksanakan port visit, goodwill port visit di Cebu, Filipina. Kebetulan dilaksanakan juga KTT ASEAN di sana. Sekarang 3 kapal tersebut, KRI Brawijaya, Prabu Siliwangi, dan R.E. Martadinata sudah perjalanan kembali ke tanah air,” terang dia kepada awak media pada Senin (11/5).
Dalam perjalanan kembali ke Indonesia, Laksamana Ali menyebutkan bahwa kapal-kapal itu juga akan singgah di beberapa kota di Indonesia. Menurut dia, itu bagian dari pelaksanaan tugas operasi. Tidak hanya kapal perang, bersamaan dengan perjalanan Prabowo ke Cebu juga dikerahkan beberapa alutsista lain seperti pesawat tempur F-16.
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal (Setjen) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyampaikan bahwa TNI menggelar kesiapsiagaan tersebut di wilayah nasional Indonesia, persisnya di Sulawesi Utara pada Jumat (8/5).
”Dalam rangka mendukung kelancaran dan keamanan pelaksanaan KTT ASEAN di Cebu, Filipina. Kegiatan ini merupakan bentuk kesiapan rutin operasi gabungan TNI dalam menghadapi berbagai kemungkinan situasi yang dapat terjadi di kawasan ASEAN,” kata dia kepada awak media di Jakarta.
Rico mengungkapkan bahwa pelaksanaan kesiapsiagaan TNI tersebut melibatkan unsur darat, laut, dan udara. Tujuannya untuk menguji interoperabilitas, mobilitas pasukan, kemampuan pengamanan VVIP, serta respons cepat terhadap kondisi darurat.
”Seluruh kegiatan dilaksanakan secara terukur, profesional, dan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta penghormatan terhadap kedaulatan negara sahabat,” ucap Rico.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Prediksi Skor Arema FC vs Bhayangkara FC: Berpeluang Imbang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Isenmulang Kalteng vs Persebaya di Super League, Green Force Berpeluang Curi Tiga Poin
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Susunan Pemain Persik vs Madura United: Reina Siapkan Strategi Terbaik
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Suahasil Buka Suara soal Pembagian Tugas Tiga Wamenkeu, Ini Fokusnya!
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Emil Audero Incar Poin di Kandang
Adhyaksa FC Bekasi Vs PSGC Ciamis: Misi Bangkit Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022