
Ilustrasi pemandangan tanaman mangrove dari atas jembatan/dokumentasi pribadi Shania Vivi Armylia Putri
JawaPos.com - Pesona wisata alam di Pacitan memang tidak pernah ada habisnya. Salah satu destinasi yang masih tergolong hidden gem adalah Watu Mejo Mangrove Park.
Berlokasi di RT 01 RW 05 Dusun Kiteran, Desa Kembang, Kabupaten Pacitan, tempat ini menawarkan ekowisata hutan mangrove yang masih alami. Dari pusat Kota Pacitan, jarak Watu Mejo Mangrove Park hanya sekitar 12 menit perjalanan.
Terletak di pertemuan hilir Sungai Grindulu dan air asin dari Pantai Pancer Door, menjadikan Watu Mejo Mangrove Park sebagai lokasi yang ideal untuk pembibitan dan penanaman mangrove.
Menggabungkan unsur ekologis dengan wisata merupakan langkah yang positif. Selain bisa digunakan untuk tempat rekreasi, pengunjung juga berkontribusi untuk menjaga lingkungan,s seperti menyediakan habitat bagi ikan, udang, dan kepiting yang juga bermanfaat bagi pemenuhan pangan bagi warga sekitar.
Sejalan dengan hal tersebut, mengutip informasi dari laman .perhutani.co.id, Wisata Watu Mejo Mangrove Park, merupakan salah satu program dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Tujuannya adalah menciptakan kawasan pesisir yang lebih sehat, meningkatkan ketahanan masyarakat pesisir terhadap perubahan iklim, serta mengurangi resiko bencana alam seperti tsunami, abrasi, badai, dan gelombang pasang, dan sekaligus menjaga ekosistem laut.
Menariknya, tiket masuk ke kawasan ini gratis . Salah satu spot ikonik yang wajib dicoba adalah jembatan merah yang membentang di atas perairan payau penuh hutan mangrove. Jadi pengunjung tidak perlu khawatir kotor atau terkena lumpur saat ingin melihat tanaman mangrove dari dekat.
Di atas jembatan, anda bisa berjalan santai ataupun mengabadikan momen seru. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah sore hari, ketika anda bisa menikmati pemandangan pantai dan hutan mangrove sambil merasakan sejuknya senja.
Tidak hanya itu, seperti yang dikutip dari laman instagram @watumejo.mangrovepark, anda juga bisa menyewa perahu seharga Rp 150 ribu untuk menyusuri aliran Sungai Grindulu hingga batas Pantai Pancer Door. Ada juga aktivitas menanam mangrove bersama komunitas, dengan biaya pembibitan Rp 10 ribu per bibit. Jadi, sambil berlibur, anda juga bisa ikut berkontribusi melestarikan alam.
Menurut penulis, Wisata Watu Mejo Mangrove Park punya potensi besar sebagai destinasi wisata menarik karena menawarkan tiga pesona sekaligus: sungai, pantai, dan hutan mangrove. Meski demikian, masih diperlukan perbaikan akses jalan, penambahan tenaga pengelola untuk mempromosikan tempat ini, serta pembangunan fasilitas yang memadai agar wisatawan bisa menikmati keindahan alam dengan nyaman.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
