Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Mei 2025 | 02.57 WIB

Watu Mejo Mangrove Park: Hidden Gem Pacitan untuk Menikmati Pesona Ekosistem Hutan Mangrove dari Jembatan Merah yang Ikonik

Ilustrasi pemandangan tanaman mangrove dari atas jembatan/dokumentasi pribadi Shania Vivi Armylia Putri - Image

Ilustrasi pemandangan tanaman mangrove dari atas jembatan/dokumentasi pribadi Shania Vivi Armylia Putri

JawaPos.com - Pesona wisata alam di Pacitan memang tidak pernah ada habisnya. Salah satu destinasi yang masih tergolong hidden gem adalah Watu Mejo Mangrove Park.

Berlokasi di RT 01 RW 05 Dusun Kiteran, Desa Kembang, Kabupaten Pacitan, tempat ini menawarkan ekowisata hutan mangrove yang masih alami. Dari pusat Kota Pacitan, jarak Watu Mejo Mangrove Park hanya sekitar 12 menit perjalanan.

Terletak di pertemuan hilir Sungai Grindulu dan air asin dari Pantai Pancer Door, menjadikan Watu Mejo Mangrove Park sebagai lokasi yang ideal untuk pembibitan dan penanaman mangrove.

Menggabungkan unsur ekologis dengan wisata merupakan langkah yang positif. Selain bisa digunakan untuk tempat rekreasi, pengunjung juga berkontribusi untuk menjaga lingkungan,s seperti menyediakan habitat bagi ikan, udang, dan kepiting yang juga bermanfaat bagi pemenuhan pangan bagi warga sekitar.

Sejalan dengan hal tersebut, mengutip informasi dari laman .perhutani.co.id, Wisata Watu Mejo Mangrove Park, merupakan salah satu program dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Tujuannya adalah menciptakan kawasan pesisir yang lebih sehat, meningkatkan ketahanan masyarakat pesisir terhadap perubahan iklim, serta mengurangi resiko bencana alam seperti tsunami, abrasi, badai, dan gelombang pasang, dan sekaligus menjaga ekosistem laut.

Menariknya, tiket masuk ke kawasan ini gratis . Salah satu spot ikonik yang wajib dicoba adalah jembatan merah yang membentang di atas perairan payau penuh hutan mangrove. Jadi pengunjung tidak perlu khawatir kotor atau terkena lumpur saat ingin melihat tanaman mangrove dari dekat.

Di atas jembatan, anda bisa berjalan santai ataupun mengabadikan momen seru. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah sore hari, ketika anda bisa menikmati pemandangan pantai dan hutan mangrove sambil merasakan sejuknya senja.

Tidak hanya itu, seperti yang dikutip dari laman instagram @watumejo.mangrovepark, anda juga bisa menyewa perahu seharga Rp 150 ribu untuk menyusuri aliran Sungai Grindulu hingga batas Pantai Pancer Door. Ada juga aktivitas menanam mangrove bersama komunitas, dengan biaya pembibitan Rp 10 ribu per bibit. Jadi, sambil berlibur, anda juga bisa ikut berkontribusi melestarikan alam.

Menurut penulis, Wisata Watu Mejo Mangrove Park punya potensi besar sebagai destinasi wisata menarik karena menawarkan tiga pesona sekaligus: sungai, pantai, dan hutan mangrove. Meski demikian, masih diperlukan perbaikan akses jalan, penambahan tenaga pengelola untuk mempromosikan tempat ini, serta pembangunan fasilitas yang memadai agar wisatawan bisa menikmati keindahan alam dengan nyaman.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore