
DI MANA SIH?: Pengunjung anak-anak antre di depan teleskop untuk meneropong matahari dari Planetarium Jakarta pada Kamis (20/6).
Laporan hasil belajar sudah diterima. Kini saatnya berlibur bersama keluarga. Di dalam negeri, banyak opsi eduwisata yang bisa dipilih. Mulai planetarium hingga observatorium dan perpustakaan. Menambah wawasan sambil bersenang-senang adalah tawaran yang sulit ditolak.
PLANETARIUM Jakarta punya program khusus menyambut libur sekolah kali ini. Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-497 DKI Jakarta, Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (UPPKJTIM) meluncurkan Liburan Bersama Planetarium Jakarta. Kegiatan itu berlangsung selama tujuh hari. Masing-masing pada 20–22 Juni dan 24–27 Juni 2024.
Ada apa saja di planetarium? Jawa Pos berkesempatan mengunjungi area yang ada di kompleks TIM itu pada Kamis (20/6). Rombongan anak-anak dan orang tua mereka memadati lobi dan plaza teater kecil sejak pukul 09.00.
Sembari menunggu antrean, mereka disuguhi astrofotografi. Potret awan magellan besar dan kecil menampakkan bintang-bintang yang merupakan bagian dari galaksi. Ada pula potret sabuk galaksi atau yang biasa disebut milky way.
Memasuki planetarium mini, pengunjung dibuai tampilan langit dari proyektor yang melengkung mengikuti kubah. Alam semesta tersaji di depan mata dalam dimensi pagi, siang, sore, malam, dan kembali lagi ke pagi.
Staf Astronomi Planetarium dan Observatorium Jakarta Mila Izzatul Ikhsanti mengajak para pengunjung mengamati fenomena astronomi di langit Jakarta hari itu. Langit masih berwarna biru dengan matahari yang beranjak naik dari ufuk timur. ’’Siang hari langitnya kalau cerah pasti warnanya kebiruan. Di sini teman-teman ada yang tahu nggak kenapa sih langit warnanya biru?” tanyanya kepada anak-anak.
Pertanyaan itu sempat membuat anak-anak saling pandang, berpikir sejenak, lalu tersenyum. Mila lantas menjelaskan peran atmosfer yang memulas birunya langit. Warna itu muncul karena sinar matahari berpendar terhadap lapisan gas tersebut.
Mila kemudian mempercepat waktu ke sore hari. Matahari tampak bergerak ke arah barat. Dia menjelaskan bahwa fenomena tersebut adalah gerak semu harian benda langit. Sebenarnya bukan matahari yang bergerak, melainkan bumilah yang berotasi. ’’Sehingga seolah-olah melihat matahari yang bergerak dari timur ke barat,” imbuhnya.
Waktu dipercepat lagi ke malam. Langit yang semula terang perlahan menggelap. Tampak kelap-kelip jutaan bintang. Bulan yang menjadi satelit alami bumi juga terlihat terang bulat.
Dari planetarium mini, pengunjung berpindah ke teropong matahari. Anak-anak antusias menjajal teleskop untuk mengintip sang surya. Lewat teleskop, pengunjung bisa melihat bintik atau bercak hitam matahari yang disebabkan medan magnet yang menembus permukaan matahari.
Puas mengamati matahari, anak-anak bersenang-senang dengan roket air. Petugas dan para pengunjung dewasa membantu anak-anak memasang roket air pada tiang peluncur. Ada juga yang membantu memompa roket air. Setelah semuanya siap, anak-anak menekan peluncur dan lepas landaslah roket ke angkasa.
’’Wuuaaahaha tinggi banget,” ujar salah seorang anak.
Putri Mahmudah yang menemani buah hatinya, Aisyah Aliya, mengaku puas berkunjung ke Planetarium Jakarta. ’’Seru! Tambah pengalaman baru sih daripada mereka di rumah main handphone, mendingan ke sini,” ungkapnya.
Yang lebih menarik, Planetarium Jakarta tidak memungut biaya tiket atau apa pun. Para pengunjung cukup mendaftar melalui link yang bisa diakses via akun Instagram @planetariumjkt. Namun, untuk menjaga kenyamanan, ada batasan pengunjung. Tiap sesinya, maksimal hanya 25 orang yang bisa bertualang ke planetarium mini. Tunggu apa lagi!? (han/c7/hep)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
