
Ilustrasi - Gunung Fuji di Jepang. (Antara/Shutterstock)
JawaPos.com - Pemerintah Prefektur Shizuoka pada Selasa (13/2) mengumumkan akan membatasi pintu masuk ke jalan setapak di Gunung Fuji setelah jam 4 sore mulai musim panas ini guna mengurangi kepadatan penduduk dan meningkatkan keselamatan, menyusul pengumuman serupa dari Prefektur Yamanashi, dikutip dari ANTARA.
“Karena adanya pembatasan di Prefektur Yamanashi, lebih banyak pendaki mungkin akan masuk ke jalur di sisi Shizuoka. Kami akan memulai dengan apa yang bisa kami lakukan,” kata seorang pejabat Shizuoka.
Kebijakan tersebut akan dijadikan sebagai langkah uji coba untuk mencegah praktik pendakian yang tidak aman seperti "panjat peluru" atau mencoba mendaki puncak tertinggi di Jepang dengan ketinggian 3.776 meter untuk menyaksikan matahari terbit sekaligus tanpa tidur semalaman di gunung yang melintasi dua prefektur utama.
Tiga jalur di sisi Shizuoka yakni Subashiri, Gotemba, dan Fujinomiya akan ditutup pada malam hari kecuali bagi orang yang menginap di penginapan pegunungan. Pemerintah prefektur berencana untuk menegosiasikan rinciannya dengan kotamadya terkait.
Pemerintah daerah mengalokasikan 52,50 juta yen (Rp5,48 miliar) untuk pengeluaran yang relevan berdasarkan rancangan anggaran untuk tahun fiskal 2024, termasuk untuk mengembangkan sistem online untuk reservasi penginapan di pegunungan.
Rencananya, Prefektur Yamanashi akan memasang gerbang di sisi stasiun ke-5 jalur Yoshida di sisinya untuk menutup rute antara jam 4 sore dan jam 3 pagi, kecuali untuk tamu penginapan. Jumlah pendaki pun dibatasi sebanyak 4.000 orang per hari.
Pemerintah setempat juga berencana mengumpulkan 2.000 yen (Rp209 ribu) per pendaki untuk menggunakan jalur tersebut mulai musim panas ini (Juli 2024).
Jalur Yoshida digunakan oleh lebih banyak pendaki karena biasanya dibuka pada tanggal 1 Juli, lebih awal dibandinkan jalur di sisi Shizuoka yang dibuka dari tanggal 10 Juli.
Adapun pada musim pendakian tahun 2023 hingga 10 September, Kementerian Lingkungan Hidup Jepang mencatat terdapat 137.236 kunjungan menggunakan jalur Yoshida.
Sementara di jalur Fujinomiya terdapat 49.545 kunjungan, diikuti oleh 19.062 dan 15.479 kunjungan melalui jalur Subashiri dan Gotemba.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
