
Wellness bukan hanya soal tubuh sehat, tetapi juga mencakup kesehatan mental, emosional, dan spiritual untuk menjaga keseimbangan hidup. (Freepik)
JawaPos.com - Wisata alam dan budaya menjadi andalan Indonesia untuk menarik minat wisatawan mancanegara, tak terkecuali tren wellness tourism.
Dulu wisata hanya sekadar tamasya dan relaksasi tradisional, namun saat ini muncul tren dalam industri perjalanan berupa wellness tourism.
Wellness tourism memperoleh popularitas di antara para wisman yang tidak hanya mencari liburan saja, tetapi juga menginginkan pengalaman transformatif untuk kesejahteraan mereka.
Dilansir dari laman dinkes.jogjaprov pada Kamis (14/12), konsep wellness tourism ini menekankan pentingnya mencari keseimbangan antara kesehatan fisik, mental, dan spiritual melalui pengalaman perjalanan yang berfokus pada perawatan diri.
Para wisman mencari tujuan pariwisata yang tidak hanya menawarkan pemandangan indah dan atraksi budaya, tetapi juga berbagai layanan kesehatan dan kebugaran yang dapat meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan.
Direktur Industri, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Kementerian PPN/Bappenas, Wahyu Wijayanto, mengatakan bahwa saat ini wellness tourism semakin berkembang. Orang datang untuk tujuan spiritual dan kesehatan serta memperhatikan kesejahteraan dan keseimbangan hidup.
Baca Juga: Wellness Tourism Bali Makin Dilirik, Wisatawan Datang untuk Tujuan Spiritual dan Kesehatan
Wahyu menambahkan jika kekayaan budaya di Nusantara mendorong wisman semakin tertarik untuk datang ke tempat yang sangat berbeda dengan kultur di tempat asalnya.
Dengan ini, Indonesia bisa mengembangkan destinasi berbasis budaya dan mendorong pengembangan wisata berbasis wellness tourism.
Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi sektor pariwisata Indonesia, antara lain terus mendorong standar keamanan, kebersihan, dan segi pemasaran yang lebih efektif dengan memanfaatkan media sosial dan adopsi teknologi serta mendorong pariwisata berkelanjutan.
“Tentunya ada banyak hal yang harus ditingkatkan terkait destinasi atraksi, dan juga infrastruktur, kualitas lingkungan hidup, dan terkait dengan kebersihan, keamanan dan keselamatan,” jelas Wahyu seperti dikutip dari Antara pada Kamis (14/12).
Wahyu menilai target kunjungan wisman sudah memenuhi target sampai kuartal ketiga 2023 yakni sekitar 8-9 juta wisman, dari target 3,5-7,4 juta.
Peningkatan lama tinggal wisman dengan Gerakan Berwisata di Indonesia, juga menjadi upaya yang terus didorong pemerintah agar terjadi peningkatan belanja yang dapat memengaruhi pencapaian devisa.
“Peluang ke depan untuk mengembangkan sektor pariwisata juga semakin berkembang antara lain bagaimana spending wisatawan semakin meningkat serta lifestyle tourism terus berkembang,” ujarnya.
Ia berharap semakin banyak wisatawan yang datang ke Indonesia terlebih untuk destinasi super prioritas yang dikembangkan seperti Danau Toba, Borobudur, Mandalika dan Likupang serta menerapkan pariwisata yang berkelanjutan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022