
Kompleks Pura Gunung Kawi atau Lembah Para Raja Bali tersebar di kanan kiri sungai Pakerisan. (sumber: alltrails / Angela Oliver)
JawaPos.com - Berada di tengah keindahan alam Ubud yang subur di Bali, Indonesia, Pura Gunung Kawi menawarkan misteri yang memikat, menjadi jejak penting dari warisan budaya dan sejarah pulau ini.
Dikenal sebagai "Lembah Para Raja Bali," kompleks arkeologi yang berasal dari abad ke-11 ini mencakup sebuah pura dan area pemakaman yang menakjubkan.
Tersebar di sisi kanan dan kiri sungai Pakerisan, Kompleks Pura Gunung Kawi atau dikenal sebagai Lembah Para Raja Bali mempesona dengan keindahan alamnya. Dikelilingi oleh tanaman hijau yang subur, situs luar biasa ini terdiri dari sepuluh kuil batu lokal yang disebut sebagai candi.
Diungkap oleh times travel, Senin (11/12), kuil-kuil ini diukir dengan indah di permukaan tebing curam, beberapa bahkan mencapai ketinggian tujuh meter, menciptakan pemandangan yang mengagumkan.
Gunung Kawi dianggap sebagai tempat peristirahatan terakhir Raja Anak Wungsu dan ratu kesayangannya, membawa kita kembali ke era Dinasti Udayana Warmadewa.
Kompleks ini menghiasi tebing-tebing curam lembah Sungai Pakerisan dengan keindahan seni yang mencerminkan kebesaran budaya masyarakat Bali.
Untuk memahami bentuk kekuasaan yang dimiliki oleh elit penguasa di suatu wilayah, penting untuk merenungkan seni dan kerajinan yang berkembang pada masa itu. Seni selalu mencerminkan pencapaian terbaik dalam industri, dan hal ini tidak terkecuali di Gunung Kawi.
Skala yang besar dan rincian ukiran yang kompleks pada situs ini memberikan petunjuk tentang sejauh mana situs tersebut dianggap penting dan dihormati oleh elit penguasa masa itu.
Kuil-kuil yang menyerupai menara pemakaman kuno ini menghadirkan relief-detail dewa, makhluk mitologi, dan prasasti, semuanya memberikan pemahaman mendalam tentang konteks sosio-religius pada masa tersebut.
Untuk mencapai Gunung Kawi, perlu dilakukan perjalanan melalui persawahan yang subur dan melintasi Sungai Pakerisan yang suci dengan jembatan batu.
Saat tiba di tempat tersebut, pengunjung akan disuguhkan dengan pemandangan luar biasa berupa bangunan candi yang menjulang tinggi.
Gunung Kawi tidak sekadar menjadi situs arkeologi. Lebih dari sekadar peninggalan sejarah, Gunung Kawi juga menjadi tempat suci yang erat kaitannya dengan spiritualitas Hindu di Bali.
Kompleks ini dianggap merepresentasikan dunia surgawi dan dulunya digunakan sebagai tempat meditasi bagi para pendeta dan peziarah.
Dengan kuil batu yang memukau, lingkungan yang hijau, dan warisan sejarahnya yang kaya, Gunung Kawi dapat menjadi tambahan istimewa untuk perjalanan Anda di Bali-Ubud berikutnya.
1Keindahan arkeologis situs ini akan meninggalkan kesan mendalam, sementara yang tak kalah pentingnya adalah fakta bahwa Gunung Kawi memungkinkan pengunjung untuk mengeksplorasi dimensi spiritual dan mistis dari Bali-Ubud.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
