Sejumlah wisatawan asing tengah menikmati keindahan Taman Sari Waterfall di daerah Gianyar, Bali.
JawaPos.com - Saat Taman Sari Waterfall dibuka tiga tahun lalu, tak banyak wisatawan yang datang. Namun, kini objek wisata itu menjadi salah satu jujukan wajib para wisatawan yang berkunjung ke Gianyar.
Objek wisata ini tak sulit dijangkau. Hanya 10 menit dari Kota Gianyar. Berada di wilayah Banjar Ngenjung Sari, Desa Bakbakan. Penamaannya didasarkan pada Pura Taman, serta nama akhir dari Banjar setempat, yaitu Sari.
”Sehingga diberi nama Taman Sari,” kata Wayan Siman Sutarjaya, perwakilan pengelola Taman Sari Waterfall.
Taman Sari Waterfall menawarkan keindahan sumber air terjun yang dipadukan dengan hamparan pepohonan di sekitarnya yang begitu teduh dan alami. Untuk mencapai ke sana, pengunjung juga diajak menjelajahi alam. Melewati deretan anak tangga sambil menikmati panorama tebing nan hijau.
Begitu tiba, sederet keindahan langsung bisa dinikmati para traveler. Yang paling epik adalah air terjun bertingkat yang berasal dari sumber alami. Pada bagian atas, ada air terjun dengan aliran besar yang bermuara di kolam.
Lalu, air dari kolam bagian atas itu mengalir ke bawah. Membentuk deretan air terjun dengan ukuran lebih kecil. Soal keindahannya, jangan ditanya lagi. Inilah spot favorit para pengunjung.
Misalnya, yang diungkapkan Dinda, salah seorang wisatawan. Dia menyebutkan, daya tarik utama Taman Sari Waterfall adalah pemandangan alamnya yang sangat populer. ”Awalnya tahu dari media sosial. Sampai di sini, hasilnya tak mengecewakan. Tempatnya asyik dan spot fotonya menarik,” ujarnya.
Selain keindahan panorama, nuansa alam yang tersaji di Taman Sari Waterfall juga menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi wisatawan mancanegara. Mereka begitu betah singgah di sana.
Objek wisata ini sebenarnya belum lama dibuka. Baru pada 2019. Di awal-awal pengoperasian, tak banyak wisatawan yang datang ke sana. Ditambah lagi dengan hantaman pandemi Covid-19, destinasi ini ibarat mati suri. Namun, para pengelola tak patah arang. Begitu pandemi berlalu, mereka gencar memperkenalkan lagi objek wisata tersebut.
Persis pepatah usaha tak membohongi hasil, jerih payah itu akhirnya berbuah manis. Berangsur, wisatawan yang berkunjung mulai berdatangan. Selain itu, ada satu faktor yang membuat Taman Sari Waterfall makin dikenal.
Apa itu? Bule-bule yang kerap melintas berhenti di lokasi wisata tersebut karena penasaran. ”Dilihat ramai oleh bule-bule yang lewat. Akhirnya sering ditampilkan di media sosial. Jadi, makin banyak bule yang datang,” ungkapnya.
Selain itu, makin dikenalnya Taman Sari Waterfall tak terlepas dari usaha pengelola untuk bekerja sama dengan berbagai pihak, terutama para agen pariwisata. Hingga kini, tingkat kunjungan di Taman Sari Waterfall didominasi wisatawan mancanegara. (mar/c14/ris)

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
