Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 Agustus 2023 | 17.30 WIB

Sejarah Salak Wedi Bojonegoro: Berawal dari Bekal yang Didapat Ulama dari Gurunya

 

Salak-salak hasil panen warga lokal dijual di sekitar Salak Wedi.

JawaPos.com - Di balik cita rasanya yang khas sehingga membuatnya menjadi ikon dan komoditas andalan desa ini, salak wedi memiliki sejarah panjang.

Berdasar cerita warga secara turun-temurun, salak wedi ditanam dan dikembangkan pada 1900-an. Bermula dari usaha kepala desa (Kades) pada masa itu yang ingin meningkatkan kualitas keagamaan di desanya.

Sang Kades lantas mendatangkan seorang ulama bernama Mbah Basir Al Mujtaba. Tokoh inilah yang membawa cikal bakal salak wedi di Bojonegoro. ”Mbah Basir dibekali salak oleh gurunya di salah satu pesantren di Madura. Salak-salak itu disuguhkan kepada tamu,” kata Subkhan.

Dari situ, Mbah Basir memiliki ide untuk menanam biji-biji salak tersebut di tanah-tanah di sekitar rumah warga. ”Dan ternyata bisa hidup di tanah tandus sini,” ungkapnya.

Dalam perjalanannya, eksistensi buah salak wedi mengalami pasang surut. Di masa jayanya, buah ini begitu laris karena tak ada pesaingnya. Mayoritas pembelinya adalah warga etnis Tionghoa. Namun, sekitar 2000, penjualan hasil panen warga sempat menurun.

Dari situlah, pemuda dan tokoh desa berusaha mencari cara agar salak wedi bisa eksis, bahkan makin dikenal luas. Tercetuslah untuk mewujudkan sebuah ide, Festival Salak.

Acara tersebut dimulai pada 2017. Dalam Festival Salak, wisatawan disuguhkan pemandangan luar biasa. Yakni, gunungan salak menjalar tinggi hingga 2 meter ke atas. Daya tarik lain festival ini adalah gerebek salak gratis.

Respons publik terhadap acara ini begitu luar biasa. Tak hanya dijubeli masyarakat sekitar, pengunjung dari luar Bojonegoro juga berdatangan. Mulai Lamongan, Kediri, Ngawi, Malang, hingga daerah lain. ”Acara biasa digelar ketika musim panen. Pertama sekitar Desember–Januari dan kedua sekitar Juni–Juli,” jelasnya.

Kini Agrowisata Salak Wedi beserta festivalnya membawa berkah bagi masyarakat sekitar. (yna/c14/ris)

Editor: Candra Kurnia Harinanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore