
Photo
INSIDEN baku tembak antara anggota TNI dan Polri di Mamberamo Raya, Papua, Minggu (12/4), mulai diikuti kabar palsu. Pembuat hoax mengarang narasi seolah-olah pemicu bentrokan adalah ulah polisi yang berusaha membebaskan WNA ilegal asal Tiongkok. Padahal, para WNA ilegal itu baru saja tertangkap patroli TNI di perbatasan.
Kabar palsu tersebut dikemas dalam bentuk selebaran atau flyer digital dengan mencatut logo portal berita CNN. Namun, banyak sekali kesalahan ejaan dalam tulisan tersebut yang jelas-jelas tidak mungkin dilakukan media arus utama. Salah satunya, menulis singkatan Tentara Nasional Indonesia dengan ”Tni” secara konsisten.
Informasi di selebaran digital itu menyebutkan bahwa baku tembak terjadi ketika para prajurit TNI melakukan patroli rutin di perbatasan. Mereka lentas memergoki WNA ilegal dari Tiongkok sedang memasuki perbatasan Indonesia. Lalu, para prajurit menahan 139 WNA ilegal itu di tempat.
Tidak berselang lama, anggota kepolisian yang datang langsung adu mulut dengan anggota TNI. ”Hingga oknum kepolisian melepaskan tembakan dan mengenai kaki prajurit Tni hingga terjadi baku tembak. Katanya, 139 orang WNA itu sedang dilakukan pemeriksaan di imigrasi dan segera di deportasi.” Begitulah penggalan informasi dalam flyer tersebut.
Agar terlihat meyakinkan, flyer itu menyertakan dua foto WN Tiongkok yang tampak sedang diperiksa. Di bagian bawah flyer juga disertakan capture tayangan televisi dengan logo CNN Indonesia dan Kabar Pagi.
Penyebab bentrokan tersebut sebenarnya sudah diberitakan hampir semua media mainstream di Indonesia. Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw juga sudah menjelaskan bahwa bentrokan itu dipicu urusan sewa motor sehari sebelumnya.
Saat itu anggota Polres Mamberamo Raya menyewa motor tukang ojek selama satu jam. Pangkalannya tidak jauh dari markas Satuan Tugas Batalyon Infanteri 755/Yalet Kostrad. Masalah muncul karena anggota polres telat mengembalikan motor sehingga terjadi keributan. Anggota Kostrad berusaha melerai. Namun, keributan malah meluas dengan melibatkan anggota TNI dan Polri lainnya. Anda dapat membaca berita Koran Tempo itu di bit.ly/UrusanSewaMotor.
Sementara itu, dua foto warga negara Tiongkok yang ada di flyer juga tidak ada hubungannya dengan bentrok TNI-Polri di Papua. Foto bagian atas pernah diunggah pada 24 April 2018 oleh portal berita regional.inews.id untuk melengkapi pemberitaan tentang Ratusan Tenaga Kerja Asing Asal Tiongkok Menyerbu Sulawesi Tenggara. Menurut Inews, mereka adalah para tenaga kerja asing (TKA) yang akan bekerja di sejumlah tempat di Sultra.
Selanjutnya, foto bagian bawah merupakan kasus 35 orang TKA ilegal asal Tiongkok yang diamankan petugas Imigrasi Kelas I Mataram karena tidak bisa menunjukkan dokumen keimigrasian. Mereka diamankan saat melakukan aktivitas di PLTU Sambelia, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin, 11 Januari 2016. Anda bisa membacanya di bit.ly/TKAIlegal2016.
FAKTA
Pertikaian antara TNI-Polri di Mamberamo Raya, Papua, pada 12 April 2020 bukan dipicu penahanan WNA ilegal asal Tiongkok, melainkan kesalahpahaman urusan sewa motor.

Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Skor DPMM FC vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026: Misi Dalberto Tebar Pesona di Klub Baru!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
An Se Young Mundur dari China Open 2026 karena Cedera, Fokus Pulihkan Kondisi Jelang Kejuaraan Dunia
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
