Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 Maret 2020 | 18.48 WIB

Hoax Foto Lawas Orang Minum Dettol Disebut Kejadian Baru karena Korona

Photo - Image

Photo

FOTO seorang perempuan kulit hitam meminum cairan antiseptik merek Dettol viral di media sosial. Semakin menarik perhatian karena keterangan yang menyertai foto itu menyebutkan bahwa aksi tersebut dilakukan untuk melawan virus korona.

Jawa Pos menemukan foto beserta narasi seperti itu diunggah pemilik akun Facebok Rahma Yanti pada 27 Maret 2020 (bit.ly/MinumDettol). Dia juga menyertakan sumber informasi tersebut dari situs nuansakeluargaislam.blogspot.com. ”59 Orang Jemaat Gereja Tew4s Minum Dettol demi Cegah C0R0NA,” tulis akun Rahma.

Saat ditelusuri, kabar itu bersumber dari pemberitaan portal kenya-today.co.ke. Disebutkan bahwa ada seorang pemuka agama di Afrika Selatan bernama Rufus Phala yang yang memberikan minuman kepada anggota gereja dengan Dettol. Dia yakin cairan Dettol bisa menjadi obat pencegahan virus korona atau Covid-19. Disebutkan juga bahwa para jemaat akhirnya merasa tertipu lantaran 59 orang di antara mereka tewas.

Ulasan situs kenya-today.co.ke itu tayang pada 19 Maret 2020. Judulnya berbunyi 59 People Die as Pastor gives Them Dettol to Drink In Church to Prevent Coronavirus. Sayang, informasi tentang portal tersebut tidak valid. Terlebih soal susunan redaksi dan penanggung jawab situs. Selain itu, lokasi meninggalnya jemaat gereja tersebut tidak diperinci.

Memanfaatkan situs padanan gambar, Jawa Pos menemukan foto yang sama sudah ada jauh sebelum pagebluk Covid-19 mendera dunia. Foto itu diunggah citizen.co.za yang beroperasi di Guateng, Afrika Selatan, pada 9 Desember 2016. Judulnya berbunyi Another pastor strikes, makes congregants drink Dettol. Surat kabar mingguan tersebut menjelaskan, peristiwa jemaat diminta minum cairan Dettol terjadi di Gereja Kristen Spiritual AK di Makgodu, Limpopo, Afrika Selatan. Dikisahkan bahwa saat itu ada pendeta bernama Rufus Phala yang mengaku nabi. Dia melakukan pengobatan masal untuk mengatasi virus ebola. Phala mengetahui bahwa Dettol adalah cairan berbahaya untuk dikonsumsi. Namun, dia mengaku mendapat perintah dari Tuhan untuk menggunakannya. Dia pun mengeklaim bahwa ada jemaat yang telah sembuh setelah meminum cairan tersebut. Anda bisa membacanya di bit.ly/DiArika2016.

Sementara itu, situs pencari fakta Opini India itu juga memastikan bahwa peristiwa jemaat minum Dettol terjadi pada 2016. Namun mereka tidak menemukan sumber kredibel yang menyebutkan ada 59 kematian akibat peristiwa itu.Situs Kenya Report yang pertama melaporkan justru telah menarik pemberitaan tersebut. Anda bisa membacanya di bit.ly/KejadianLawas.

FAKTA

Foto perempuan meminum cairan Dettol telah diunggah portal The Citizen pada 2016, jauh sebelum Covid-19 mewabah.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore