Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Oktober 2022 | 12.48 WIB

Sebar Hoax Jembatan di Cilacap Ambrol, padahal Kejadian di NTT 2021

Photo - Image

Photo

BANJIR yang melanda beberapa kota di Indonesia dijadikan bahan untuk membuat kabar palsu. Salah satunya yang tersebar menggunakan rekaman video. Video itu menarasikan ada satu jembatan putus di Cilacap karena banjir bandang.

”Jembatan adipaLa roboh,, yg suka ngeLuyurr preiii sitt,’’ tulis akun Facebook Mochi Rousy beberapa waktu lalu. Akun itu melengkapi informasi tersebut dengan keterangan. ”Detik detik jembatan adipala hancur & hanjut jurusan Cilacap Selatan tertutup,’’ begitu keterangannya.

Video 43 detik itu memang memperlihatkan detik-detik jembatan besi menjadi doyong. Lalu, tak lama kemudian, jembatan tersebut ambrol dan materialnya terseret arus (cutt.ly/JembatanAdipalaCilacap).

Jika mencermati video tersebut dengan saksama, bisa diketahui sejumlah kejanggalan. Struktur jembatan yang ambrol terseret arus banjir itu tampak berbeda dengan potongan video jembatan yang doyong. Perbedaan tersebut bisa dikenali dari jumlah ruas jalan pada jembatan itu. Jembatan yang ambrol hanya memiliki satu ruas jalan dan tidak ada garis markah putih.

Berdasar penelusuran, potongan video itu mengarahkan pada posting-an milik Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Instagram. Dia menyebut kondisi Jembatan Serayu, Desa Penggalang, Kecamatan Adipala, Cilacap, aman.

”Alhamdulillah, kondisi jembatan Serayu saat ini aman dan normal. Debit airnya memang naik, tapi itu karena hujan saja,’’ begitu penggalan keterangan Ganjar. Anda dapat membacanya di cutt.ly/JembatanAman.

Soal video jembatan yang diunggah akun Facebook Mochi Rousy itu merupakan dua jembatan yang berbeda. Meski dua jembatan tersebut berada di satu provinsi yang sama, yakni Nusa Tenggara Timur. Pertama, jembatan yang doyong itu terjadi di Kabupaten Malaka, NTT. Jembatan yang roboh tersebut dikenal sebagai Jembatan Benenain yang diterjang banjir pada Minggu, 4 April 2021.

Robohnya jembatan tersebut membuat akses transportasi dari empat kecamatan –Rinhat, Malaka Barat, Weliman, dan Wewiku– ke kota Kabupaten Malaka maupun sebaliknya terputus. Anda dapat membacanya di cutt.ly/MalakaNTT2021.

Kedua, jembatan yang ambrol terbawa arus sungai terjadi di Kabupaten Sumba Timur, NTT. Jembatan tersebut kerap disebut sebagai Jembatan Ahmad Yani atau warga menyebutnya sebagai jembatan lama Kambaniru.

Waktu kejadian sama tanggalnya, yakni pada Minggu, 4 April 2021. Banjir itu mengakibatkan banyak kerusakan di berbagai titik. Salah satunya Jembatan Ahmad Yani yang bersejarah. Anda dapat membacanya di cutt.ly/SumbaTimur2021.

FAKTA

Jembatan roboh itu terjadi di Nusa Tenggara Timur pada April 2021. Satu jembatan berada di Kabupaten Malaka, satunya lagi berada di Sumba Timur.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore