
Photo
JawaPos.com - Pembuangan limbah pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Jepang jadi buah bibir di dunia maya. Bahkan, ada narasi limbah yang dibuang di laut itu sudah sampai ke Tuban. Lantas mampu membuat ikan-ikan mati akibat terpapar radiasi dari limbah tersebut.
’’Innalilahi Rest in peace nyuci berkedut. Ratusan ikan Mayung mati di pantai Tuban hari. Apakah ini dampak dari pembuangan limbah nuklir Jepang? Wallahu alam,’’ tulis akun media sosial X @Jerukni01528287 pada 12 September lalu.
Meski akun tersebut terkesan mempertanyakan, cukup aneh jika dampak pembuangan limbah PLTN itu berimbas hingga Indonesia. Apalagi sampai Tuban. Video 31 detik tersebut memperlihatkan ada tumpukan ikan di pantai yang dikerubungi orang (s.id/KarenaNuklir).
Berdasar penelusuran situs padanan gambar, cuplikan video itu juga diunggah oleh Jawa Pos Radar Tuban pada 16 September 2023. Judul beritanya, Melimpahnya Tangkapan Ikan Tak Terkait Limbah Nuklir, Berikut Penjelasan BMKG.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tuban Zem Irianto Padma menjelaskan, musim kemarau panjang dan fenomena El Nino sekarang ini membawa dampak positif bagi nelayan pesisir dan petani garam.
’’Jangan heran jika tangkapan ikan di laut lebih banyak dibanding musim sebelumnya,’’ ujar pria kelahiran Papua itu.
Selama kemarau, kata dia, kadar garam di perairan Laut Jawa juga tinggi. Hal tersebut dipicu dari lebih rendahnya permukaan air laut (s.id/BukanNuklir).
Portal resmi Pemerintah Kabupaten Tuban turut menjelaskan viralnya video tersebut. Kabid Perikanan DKP2P Tuban Linggo Indarto menyatakan, klaim terkontaminasi nuklir merupakan hoax.
Pihaknya telah memanggil nelayan dari Kelurahan Karangsari bernama Sutrisno untuk menjelaskan video itu. Dihadirkan pula Rukun Nelayan Karangsari sebagai organisasi yang menaungi nelayan tersebut.
’’Berdasarkan penjelasan dari Bapak Sutrisno dan rukun nelayan, ikan yang ditangkap dari laut dalam kondisi sehat dan segar,” ungkapnya, Kamis (14/9).
Saat itu, jumlah ikan jabal roti atau manyung itu mencapai 2 ton. Banyaknya ikan yang ditangkap mungkin karena sedang dalam masa pemijahan (peristiwa keluarnya telur dari ovum ikan betina dan sperma dari ikan jantan).
Kondisi itu membuat ikan mencari tempat yang nyaman untuk bertelur. Sehingga naik ke permukaan dan ditangkap oleh nelayan (s.id/HoaxNuklir). (zam/c17/jun)
FAKTA: Tangkapan ikan melimpah bukan karena limbah nuklir Jepang, tapi faktor cuaca.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
