Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 September 2023 | 20.07 WIB

Awas Hoax, Tangkapan Ikan Melimpah Bukan karena Limbah Nuklir Jepang

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Pembuangan limbah pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Jepang jadi buah bibir di dunia maya. Bahkan, ada narasi limbah yang dibuang di laut itu sudah sampai ke Tuban. Lantas mampu membuat ikan-ikan mati akibat terpapar radiasi dari limbah tersebut.

’’Innalilahi Rest in peace nyuci berkedut. Ratusan ikan Mayung mati di pantai Tuban hari. Apakah ini dampak dari pembuangan limbah nuklir Jepang? Wallahu alam,’’ tulis akun media sosial X @Jerukni01528287 pada 12 September lalu.

Meski akun tersebut terkesan mempertanyakan, cukup aneh jika dampak pembuangan limbah PLTN itu berimbas hingga Indonesia. Apalagi sampai Tuban. Video 31 detik tersebut memperlihatkan ada tumpukan ikan di pantai yang dikerubungi orang (s.id/KarenaNuklir).

Berdasar penelusuran situs padanan gambar, cuplikan video itu juga diunggah oleh Jawa Pos Radar Tuban pada 16 September 2023. Judul beritanya, Melimpahnya Tangkapan Ikan Tak Terkait Limbah Nuklir, Berikut Penjelasan BMKG.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tuban Zem Irianto Padma menjelaskan, musim kemarau panjang dan fenomena El Nino sekarang ini membawa dampak positif bagi nelayan pesisir dan petani garam.

’’Jangan heran jika tangkapan ikan di laut lebih banyak dibanding musim sebelumnya,’’ ujar pria kelahiran Papua itu.

Selama kemarau, kata dia, kadar garam di perairan Laut Jawa juga tinggi. Hal tersebut dipicu dari lebih rendahnya permukaan air laut (s.id/BukanNuklir).

Portal resmi Pemerintah Kabupaten Tuban turut menjelaskan viralnya video tersebut. Kabid Perikanan DKP2P Tuban Linggo Indarto menyatakan, klaim terkontaminasi nuklir merupakan hoax.

Pihaknya telah memanggil nelayan dari Kelurahan Karangsari bernama Sutrisno untuk menjelaskan video itu. Dihadirkan pula Rukun Nelayan Karangsari sebagai organisasi yang menaungi nelayan tersebut.

’’Berdasarkan penjelasan dari Bapak Sutrisno dan rukun nelayan, ikan yang ditangkap dari laut dalam kondisi sehat dan segar,” ungkapnya, Kamis (14/9).

Saat itu, jumlah ikan jabal roti atau manyung itu mencapai 2 ton. Banyaknya ikan yang ditangkap mungkin karena sedang dalam masa pemijahan (peristiwa keluarnya telur dari ovum ikan betina dan sperma dari ikan jantan).

Kondisi itu membuat ikan mencari tempat yang nyaman untuk bertelur. Sehingga naik ke permukaan dan ditangkap oleh nelayan (s.id/HoaxNuklir). (zam/c17/jun)

FAKTA: Tangkapan ikan melimpah bukan karena limbah nuklir Jepang, tapi faktor cuaca.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore