
Local Marketing Manager Tik Tok Indonesia, Dina (paling kanan) di kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jakarta, Senin (9/7).
JawaPos.com – Safari perwakilan Tik Tok di Indonesia berlanjut. Setelah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), kini giliran Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang ditemui perusahaan teknologi asal Tiongkok itu. Kunjungan Tik Tok ke KPAI tidak lain adalah guna menyoal pemblokirannya di Indonesia.
Dalam pertemuan yang digelar di Jakarta Senin (9/7) kemarin, ada beberapa hal yang disampaikan KPAI terhadap aplikasi yang diwadahi Bytedance Teknologi itu. Pertama, KPAI menyayangkan atas adanya konten negatif yang terdapat dalam aplikasi Tik Tok yang berbuntut pemblokiran oleh Kemenkominfo.
Kedua, KPAI memandang bahwa pertemuan dengan Tik Tok penting dilakukan. Hal tersebut sebagai langkah awal dalam perbaikan Tik Tok menuju platform yang ramah anak berdasarkan prinsip-prinsip perlindungan anak.
Ketua KPAI Susanto menerangkan, antara Tik Tok dengan KPAI telah sepakat untuk mengikuti seluruh aturan dan regulasi di Indonesia, serta bersedia melakukan edukasi dan sosialisasi kepada pengguna Tik Tok tentang perlindungan anak dari konten negatif.
“Kita akan lihat perkembangannya seperti apa dari hasil pertemuan kali ini. Mudah-mudahan komitmen yang disampaikan kepada KPAI benar-benar terlaksana dengan baik," ujarnya dalam surat pernyataan resmi yang diterima JawaPos.com.
Dia menegaskan, apabila Tik Tok melanggar komitmen tersebut, KPAI tak segan akan mengundang Tik Tok kembali. "Misalnya ada katakanlah tidak ada perbaikan dari pertemuan kali ini, tidak menutup kemungkinan kita akan panggil kembali sebagai bentuk kontrol yang lebih baik,” katanya.
Sementara itu, Local Marketing Manager Tik Tok Indonesia Dina menuturkan, dari beberapa poin meeting yang disampaikan KPAI, Tik Tok melihat Indonesia bukan hanya sebagai pangsa yang besar dan potensial saja. Namun, pihaknya juga memberikan komitmen kepada semua pihak termasuk KPAI untuk menghadirkan konten-konten positif untuk mendukung inisiatif perlindungan anak di Indonesia.
“Ke depannya Tik Tok akan membuat program-program kerja sama untuk mendukung kreativitas dan video positif oleh para pengguna di platform kami. Selain itu pembaharuan sistem juga akan dilakukan untuk menyaring konten negatif. Jadi kami menggabungkan beberapa teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan teknologi human resource yang kami adakan, memastikan konten negatif itu dapat berkurang,” jelasnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
