Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Nanda Prayoga
Selasa, 3 November 2026 | 13.55 WIB

Bisnis OTT Pernah Gerus Operator, Kini Komdigi Wanti-Wanti Ancaman AI

Ilustrasi tren teknologi AI. (Training Camp) - Image

Ilustrasi tren teknologi AI. (Training Camp)

JawaPos.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengingatkan industri telekomunikasi agar tidak kembali kehilangan peluang bisnis akibat dominasi perusahaan teknologi global. 

Pengalaman operator yang bisnisnya tergerus ekspansi perusahaan over the top (OTT) dinilai bisa terulang di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI).

Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Ismail mengatakan, Indonesia harus memiliki posisi lebih kuat dalam ekosistem AI.

Jika tidak, Indonesia berisiko hanya menjadi pasar bagi perusahaan teknologi global, sementara keuntungan terbesar justru dinikmati pemain asing.

Menurut Ismail, operator telekomunikasi perlu mengubah pendekatan dalam menghadapi perkembangan teknologi tersebut. Jika masing-masing perusahaan bergerak sendiri, kekuatan industri nasional akan sulit bersaing dengan perusahaan global.

“Kalau pendekatan ini berjalan terus, kita akan menyiapkan karpet merah buat pemain global dan kita hanya menjadi pasar. Para operator hanya akan menjadi saluran bisnis mereka, jadi kita dapat remah-remahnya saja,” ujar Sekjen Ismail dalam sesi Diskusi Panel pada acara Lintas Teknologi Solutions Day 2026 di Jakarta Timur, dikutip Senin (2/11).

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Kemkomdigi mendorong penerapan strategi Indonesia Incorporated dengan mempertemukan pemerintah dan operator telekomunikasi.

Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menyusun model bisnis dan bernegosiasi dengan perusahaan teknologi global.

“Komdigi hadir menjadi orkestrator untuk membantu memperbaiki model bisnis ini dulu. Untuk diskusi ke depan, bersama para global player, pemerintah dan para telko harus duduk satu meja agar posisi tawar kita kuat. Karena kita punya pasar,” tegas Sekjen Ismail.

Ismail menilai, pendekatan bersama juga perlu dilakukan dalam pengembangan berbagai lapisan ekosistem AI.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore