
Frogs Indonesia terus meningkatkan kandungan lokal produknya. Namun, komponen kritis seperti baterai, motor listrik, dan propeller masih harus didatangkan dari luar negeri. (Dok. Frogs)
JawaPos.com - Industri manufaktur drone dalam negeri masih menghadapi tantangan ketergantungan terhadap komponen impor. Sejumlah komponen kritis, seperti baterai, motor listrik (DC motor), dan propeller, belum dapat diproduksi secara mandiri di Indonesia.
Kondisi tersebut membuat penguatan rantai pasok lokal menjadi pekerjaan rumah bagi industri drone nasional.
CEO Frogs Indonesia Adhitya Chandra mengatakan, perusahaan terus mengembangkan kemampuan manufaktur dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk asing. Salah satu upayanya dilakukan melalui pengembangan teknologi dan peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Saat ini, sejumlah produk drone Frogs Indonesia telah mengantongi sertifikat TKDN yang dinilai oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Bahkan, TKDN salah satu produknya mencapai 66 persen, meningkat dari sebelumnya 53 persen.
"Untuk bisa bersaing di pasar Indonesia, kami harus punya sertifikasi TKDN. Karena itu, beberapa drone kami sudah dilengkapi sertifikat TKDN yang diasesmen Kementerian Perindustrian," kata Adhitya di ajang PERIKLINDO Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 di JIExpo Kemayoran, Minggu (1/11).
Produk yang dikembangkan Frogs mencakup drone pemetaan, pertanian, kargo, hingga pembersihan gedung. Untuk sektor pertanian, perusahaan menyediakan drone penyemprot pestisida dan pupuk, pembibitan, serta pemantauan kesehatan tanaman.
Menurut Adhitya, kebutuhan drone pertanian berpotensi meningkat seiring dengan program ketahanan pangan nasional. Salah satunya program cetak sawah yang membutuhkan dukungan teknologi untuk mempercepat proses ekstensifikasi pertanian.
Dia menyebut, kebutuhan drone untuk program cetak sawah di Papua saja diperkirakan mencapai lebih dari 7.000 unit dengan cakupan lahan sekitar 160 ribu hektare. Kebutuhan serupa juga muncul di sejumlah wilayah lain.
"Mulai dari pemetaan lahan, penyebaran bibit, penyemprotan pestisida dan pupuk, sampai pemantauan kesehatan tanaman, semuanya bisa dibantu menggunakan drone. Jenis dronenya berbeda-beda sesuai fungsi," jelasnya.
Frogs sendiri telah memasok drone pertanian melalui pengadaan Kementerian Pertanian selama dua tahun terakhir. Pada tahap awal, terdapat 50 unit yang dibeli, kemudian meningkat menjadi 250 unit pada tahun berikutnya. Tahun ini, pengadaan tercatat sebanyak 100 unit.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Matheus Lagoa Segera Bela Persebaya Surabaya, Cedera Betis Pulih, 30 Gol Jadi Modal
5 Cara Menemukan Jodoh Bagi Orang Introvert Yang Tidak Suka Bersosialisasi
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri
Prediksi Al Ittihad vs Al Ain di ACL Elite, Tuan Rumah Lebih Diunggulkan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022