
Ilustrasi ilmuwan mengembangkan penelitian berbasis kecerdasan buatan di laboratorium (People)
JawaPos.com - Kecerdasan buatan (AI) kini mampu merancang virus yang tidak ditemukan di alam. Terobosan peneliti Arc Institute di Palo Alto, California, Amerika Serikat, membuka peluang pengembangan terapi untuk melawan bakteri kebal antibiotik. Namun, keberhasilan itu sekaligus memunculkan kekhawatiran tentang kemungkinan teknologi serupa digunakan untuk merancang patogen yang berbahaya bagi manusia.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Science tersebut menggunakan Evo, model AI yang dilatih dengan urutan genetik dari organisme alami. Dari 700.000 rancangan virus yang dihasilkan, para peneliti menguji sejumlah kandidat dan menemukan 16 yang berhasil berfungsi ketika dipasangkan dengan bakteri Escherichia coli (E. coli). Virus-virus itu termasuk bakteriofag, yakni virus yang menyerang bakteri, bukan manusia.
Dilansir dari People, Kamis (29/10/2026), sebagian kombinasi virus hasil rancangan AI bahkan mampu mengatasi bakteri yang telah mengembangkan resistansi terhadap bakteriofag alami. Temuan ini menunjukkan potensi AI dalam membantu penelitian biologi, terutama pencarian alternatif untuk menangani infeksi yang sulit diobati. Meski demikian, keberhasilan merancang genom virus yang berfungsi juga menimbulkan pertanyaan tentang batas keamanan teknologi tersebut.
Baca Juga:Bill Gates Peringatkan 20 Tahun Gejolak Dunia AI, Microsoft Tawarkan Pesangon bagi 60.000 Karyawan
Moritz Hanke, peneliti di Johns Hopkins Center for Health Security, memperingatkan bahwa model AI berbasis genom berpotensi diarahkan untuk merancang virus dengan karakteristik lebih berbahaya.
Kepada The New York Times, ia memberikan gambaran, "Seseorang bisa saja berkata, ‘Hei, model bahasa genom, buatkan genom influenza yang dimodifikasi agar lebih mudah menular atau lebih mematikan'." Pernyataan itu menggambarkan risiko penyalahgunaan teknologi, bukan kemampuan yang telah dibuktikan dalam penelitian tersebut.
Untuk mengurangi risiko, para peneliti sengaja tidak memasukkan data virus yang menginfeksi manusia ke dalam pelatihan Evo. Brian Hie, ahli biologi komputasi di Stanford University sekaligus salah satu penulis penelitian, mengatakan kepada The New York Times, "Kami hanya ingin ekstra hati-hati." Karena itu, virus yang dihasilkan dalam penelitian ini menargetkan bakteri dan tidak dirancang untuk menginfeksi manusia.
Kendati demikian, Hanke dan Tom Inglesby, pakar keamanan kesehatan yang menulis artikel pendamping penelitian, menilai kemajuan teknologinya belum diimbangi tata kelola yang memadai. Mereka menulis, "Kemampuan menyusun genom virus menggunakan AI generatif kini sudah ada; tata kelola untuk mengarahkannya secara aman belum tersedia." Kesenjangan tersebut menjadi persoalan penting karena kemampuan teknis dapat berkembang lebih cepat daripada aturan pengawasan.
Di sisi lain, Tom Ellis, profesor rekayasa genom sintetis di Imperial College London, menilai ancaman yang lebih nyata saat ini justru berasal dari modifikasi virus yang sudah ada.
Mengutip The Guardian, Ellis mengatakan, "Ancaman dari perancangan genom virus atau bakteri secara utuh menggunakan AI masih sangat dibesar-besarkan. Mengubah patogen yang sudah ada melalui teknik gain-of-function jauh lebih mudah dilakukan dan lebih mungkin menimbulkan ancaman nyata." Sebagai informasi, modifikasi gain-of-function merupakan perubahan yang memberikan atau meningkatkan kemampuan biologis tertentu pada suatu organisme.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022