Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 30 Oktober 2026 | 06.14 WIB

AI Berhasil Ciptakan 16 Virus Baru, Pakar Peringatkan Ancaman Patogen Mematikan bagi Manusia

Ilustrasi ilmuwan mengembangkan penelitian berbasis kecerdasan buatan di laboratorium (People) - Image

Ilustrasi ilmuwan mengembangkan penelitian berbasis kecerdasan buatan di laboratorium (People)

JawaPos.com - Kecerdasan buatan (AI) kini mampu merancang virus yang tidak ditemukan di alam. Terobosan peneliti Arc Institute di Palo Alto, California, Amerika Serikat, membuka peluang pengembangan terapi untuk melawan bakteri kebal antibiotik. Namun, keberhasilan itu sekaligus memunculkan kekhawatiran tentang kemungkinan teknologi serupa digunakan untuk merancang patogen yang berbahaya bagi manusia.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Science tersebut menggunakan Evo, model AI yang dilatih dengan urutan genetik dari organisme alami. Dari 700.000 rancangan virus yang dihasilkan, para peneliti menguji sejumlah kandidat dan menemukan 16 yang berhasil berfungsi ketika dipasangkan dengan bakteri Escherichia coli (E. coli). Virus-virus itu termasuk bakteriofag, yakni virus yang menyerang bakteri, bukan manusia.

Dilansir dari People, Kamis (29/10/2026), sebagian kombinasi virus hasil rancangan AI bahkan mampu mengatasi bakteri yang telah mengembangkan resistansi terhadap bakteriofag alami. Temuan ini menunjukkan potensi AI dalam membantu penelitian biologi, terutama pencarian alternatif untuk menangani infeksi yang sulit diobati. Meski demikian, keberhasilan merancang genom virus yang berfungsi juga menimbulkan pertanyaan tentang batas keamanan teknologi tersebut.

Moritz Hanke, peneliti di Johns Hopkins Center for Health Security, memperingatkan bahwa model AI berbasis genom berpotensi diarahkan untuk merancang virus dengan karakteristik lebih berbahaya. 

Kepada The New York Times, ia memberikan gambaran, "Seseorang bisa saja berkata, ‘Hei, model bahasa genom, buatkan genom influenza yang dimodifikasi agar lebih mudah menular atau lebih mematikan'." Pernyataan itu menggambarkan risiko penyalahgunaan teknologi, bukan kemampuan yang telah dibuktikan dalam penelitian tersebut.

Untuk mengurangi risiko, para peneliti sengaja tidak memasukkan data virus yang menginfeksi manusia ke dalam pelatihan Evo. Brian Hie, ahli biologi komputasi di Stanford University sekaligus salah satu penulis penelitian, mengatakan kepada The New York Times, "Kami hanya ingin ekstra hati-hati." Karena itu, virus yang dihasilkan dalam penelitian ini menargetkan bakteri dan tidak dirancang untuk menginfeksi manusia.

Kendati demikian, Hanke dan Tom Inglesby, pakar keamanan kesehatan yang menulis artikel pendamping penelitian, menilai kemajuan teknologinya belum diimbangi tata kelola yang memadai. Mereka menulis, "Kemampuan menyusun genom virus menggunakan AI generatif kini sudah ada; tata kelola untuk mengarahkannya secara aman belum tersedia." Kesenjangan tersebut menjadi persoalan penting karena kemampuan teknis dapat berkembang lebih cepat daripada aturan pengawasan.

Di sisi lain, Tom Ellis, profesor rekayasa genom sintetis di Imperial College London, menilai ancaman yang lebih nyata saat ini justru berasal dari modifikasi virus yang sudah ada. 

Mengutip The Guardian, Ellis mengatakan, "Ancaman dari perancangan genom virus atau bakteri secara utuh menggunakan AI masih sangat dibesar-besarkan. Mengubah patogen yang sudah ada melalui teknik gain-of-function jauh lebih mudah dilakukan dan lebih mungkin menimbulkan ancaman nyata." Sebagai informasi, modifikasi gain-of-function merupakan perubahan yang memberikan atau meningkatkan kemampuan biologis tertentu pada suatu organisme.

Editor: Candra Mega Sari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore