Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Nanda Prayoga
Rabu, 21 Oktober 2026 | 13.40 WIB

Meta Nonaktifkan Fitur Berbagi Muse usai 6.800 Tautan Percakapan Bocor

Ilustrasi Muse (Istimewa) - Image

Ilustrasi Muse (Istimewa)

JawaPos.com - Meta menonaktifkan sementara fitur berbagi percakapan pada platform kecerdasan buatan (AI) agen bernama Muse setelah peneliti keamanan menemukan celah privasi. Melalui celah tersebut, ribuan tautan percakapan yang dibagikan pengguna berpotensi ditemukan dan diakses oleh pihak lain.

Seperti dilansir dari Engadget, temuan ini diungkap firma keamanan Claroc setelah menelusuri tautan percakapan Muse menggunakan metode pencarian DNS pasif (passive DNS). 

Dari penyelidikan tersebut, para peneliti berhasil mengidentifikasi sekitar 6.800 tautan percakapan yang memuat informasi pribadi maupun dokumen internal perusahaan.

Masalah ini berkaitan dengan mekanisme pembuatan tautan berbagi di Muse. Setiap URL menggunakan nama domain yang sama, sedangkan judul percakapan dicantumkan pada bagian subdomain. Struktur tersebut membuat tautan dapat ditemukan melalui catatan DNS publik.

DNS pasif merupakan metode untuk mengumpulkan catatan penerjemahan nama domain menjadi alamat IP. Data tersebut dapat dimanfaatkan untuk menelusuri aktivitas domain yang tercatat sebelumnya. Dalam kasus Muse, mekanisme ini memungkinkan peneliti menemukan tautan percakapan tanpa harus mendapatkannya langsung dari pengguna.

"Muse menamai alamat web untuk setiap percakapan yang dibagikan berdasarkan judul percakapan itu sendiri, dan alamat tersebut tercatat dalam DNS publik," jelas Claroc dalam unggahan blognya.

Claroc menambahkan, satu pencarian DNS pasif dapat memunculkan ribuan tautan yang terdaftar berdasarkan namanya, menyerupai sebuah daftar isi.

Dari ribuan tautan yang ditemukan, peneliti mendapati berbagai informasi sensitif dari penggunaan Muse untuk kebutuhan pribadi maupun bisnis. Informasi tersebut mencakup jadwal pertemuan dengan laboratorium AI terkemuka, pengajuan pinjaman usaha kecil, hingga peringatan penipuan bank yang memuat sebagian detail rekening.

Selain itu, sejumlah tautan juga mengarah pada kalender libur perusahaan dan berbagai dokumen internal lainnya. Temuan tersebut menunjukkan bahwa percakapan yang dibagikan melalui fitur tersebut berpotensi memuat informasi yang seharusnya tidak diketahui publik.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore