
Adithya Nugraputra, Head of Consulting PT Ensign InfoSecurity Indonesia. (Dok. Ensign)
JawaPos.com - Kecanggihan teknologi kecerdasan buatan (AI) mulai membawa perubahan besar terhadap lanskap keamanan siber. Laporan terbaru Ensign InfoSecurity mengungkapkan, model AI canggih kini sudah mampu menjalankan berbagai tahapan dalam rangkaian serangan siber terhadap organisasi.
Kemampuan tersebut membuat serangan siber kompleks berpotensi menjadi lebih mudah diakses. AI dapat membantu menurunkan biaya, waktu, sekaligus tingkat keahlian teknis yang sebelumnya dibutuhkan pelaku untuk menjalankan serangan.
Temuan itu menjadi bagian dari edisi ketujuh Ensign 2026 Cyber Threat Landscape Report, yang menggabungkan hasil layanan keamanan siber Ensign di kawasan regional, threat intelligence, penanganan insiden siber, serta keterlibatan perusahaan dalam ekosistem keamanan siber internasional.
“Hasil pengujian melalui Ensign Cyber AI Range menunjukkan bahwa meskipun model AI canggih sudah mampu menjalankan berbagai tahapan serangan siber, kemampuan deteksi dan respons yang efektif masih dapat menjadi hambatan yang berarti setelah akses awal berhasil diperoleh,” kata Adithya Nugraputra, Head of Consulting PT Ensign InfoSecurity Indonesia di Jakarta, Rabu (16/9).
Dalam laporan tersebut, Ensign juga mengungkap hasil AI Cyber Range Assessment, sebuah pengujian yang dirancang untuk mengevaluasi kemampuan ofensif model AI canggih sekaligus melihat implikasinya terhadap pertahanan siber.
Sejak awal 2026, Ensign mengembangkan AI Range, lingkungan pengujian keamanan siber untuk menguji dan memahami kemampuan model AI canggih melalui berbagai skenario serangan siber. Lebih dari 150 model AI yang tersedia secara umum telah dievaluasi sebelum 10 model dipilih untuk menjalani pengujian lebih mendalam.
Dalam pengujian tersebut, 10 model AI berperan sebagai pelaku ancaman siber tingkat lanjut. Setiap model kemudian diberikan delapan tujuan serangan yang sama secara berurutan untuk melihat sejauh mana kemampuan ofensifnya.
Di antara model yang diuji, GPT-5.6 Sol milik OpenAI, Claude Opus 4.8 milik Anthropic, dan GLM 5.2 milik Z.AI menunjukkan performa terbaik. Ketiganya mencapai tingkat keberhasilan tinggi pada tujuh dari delapan tujuan serangan yang diuji.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022