
Ilustrasi Artificial Intelligence (News AZ)
JawaPos.com - Tiongkok mengecam apa yang disebutnya sebagai narasi ancaman terkait tata kelola kecerdasan buatan (AI). Beijing juga memperingatkan semua pihak agar tidak terlibat dalam konfrontasi serta persaingan yang berniat buruk.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai risiko pengembangan AI, sekaligus persaingan teknologi antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun mengatakan, narasi yang mendorong konfrontasi justru dapat menghambat upaya membangun tata kelola AI secara global.
"Narasi mengenai ancaman, konfrontasi, dan persaingan yang berniat buruk hanya akan mengganggu proses tata kelola AI global dan tidak menguntungkan siapa pun. Semua pihak harus bekerja sama untuk memajukan AI dengan cara yang terbuka, inklusif, bermanfaat bagi semua, dan berorientasi pada kebaikan," kata Guo kepada wartawan, seperti dikutip dari BBC, Selasa (15/9).
Pernyataan Beijing tersebut muncul setelah CEO Anthropic Dario Amodei menyerukan perlunya memperlambat pengembangan AI. Namun, ia juga menekankan pentingnya memastikan perlambatan tersebut tidak membuat Tiongkok mengambil posisi lebih unggul dalam perlombaan AI.
Dalam sepekan terakhir, sejumlah pelaku industri dari laboratorium AI terkemuka di AS memang melontarkan peringatan mengenai potensi ancaman teknologi tersebut. Bahkan, ada yang memperingatkan bahwa perkembangan AI yang tidak terkendali dapat berujung pada kepunahan manusia.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump justru menegaskan bahwa prioritas pemerintahannya adalah memastikan AS mengembangkan AI lebih cepat dibandingkan Tiongkok. Perbedaan pandangan tersebut memperlihatkan sulitnya mencapai kesepakatan antara dua kekuatan utama dunia dalam mengatur perkembangan AI.
Chang Jun Yan, asisten profesor pada program studi militer S. Rajaratnam School of International Studies, Singapura, menilai kesepakatan AS dan Tiongkok untuk mengatur pengembangan AI hampir mustahil dicapai.
"Mengingat hal ini menyangkut kepentingan inti keamanan nasional masing-masing negara, kerja sama untuk memperlambat laju pengembangan AI demi alasan keamanan sangatlah kecil kemungkinannya,” ungkapnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022