Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 9 September 2026 | 00.26 WIB

Mark Zuckerberg Tolak Proposal Regulator AI Nasional dalam Pembicaraan Pribadi dengan Donald Trump

Zuckerberg dan Trump dalam pertemuan di Gedung Putih (Business Insider) - Image

Zuckerberg dan Trump dalam pertemuan di Gedung Putih (Business Insider)

JawaPos.com - CEO Meta Mark Zuckerberg menolak proposal pembentukan regulator AI nasional dalam pembicaraan pribadi dengan Presiden Donald Trump pada pekan 17 Agustus. 

Trump disebut lebih dahulu menghubungi Zuckerberg untuk membahas proposal yang saat itu tengah dipertimbangkan Gedung Putih. Penolakan Zuckerberg menunjukkan adanya keberatan dari kalangan perusahaan teknologi terhadap rencana pengawasan AI tersebut.

Proposal tersebut mengusulkan pembentukan badan independen yang meniru Financial Industry Regulatory Authority (FINRA), organisasi industri yang mengawasi sektor sekuritas di bawah pengawasan Securities and Exchange Commission (SEC). 

Untuk AI, badan ini dibayangkan menguji model-model canggih dan menilai potensi risikonya sebelum teknologi tersebut diluncurkan secara lebih luas. Gagasan itu dipopulerkan Demis Hassabis, ilmuwan peraih Nobel sekaligus CEO Google DeepMind, dan telah dipaparkan kepada sejumlah pejabat Gedung Putih.

Dilansir dari Business Insider, Senin (7/9/2026), seorang pejabat senior Gedung Putih yang mengetahui percakapan tersebut mengatakan Zuckerberg menyampaikan bahwa dirinya menentang proposal itu. Namun, Zuckerberg tidak meminta Trump mengubah pendiriannya. Dia justru menyampaikan bahwa orang-orang yang nantinya dipilih Gedung Putih untuk mengisi badan regulator sebaiknya mencerminkan pendekatan Trump yang dinilai lebih longgar terhadap AI.

Sikap itu sejalan dengan pandangan Zuckerberg yang disampaikan dalam esainya pada Agustus. Dia menilai pemerintah dan perusahaan AI perlu bekerja sama, tetapi memperingatkan bahwa kebijakan yang memperlambat peluncuran model baru, bahkan selama satu bulan, dapat "menambah risiko signifikan terhadap kepemimpinan Amerika" dalam persaingan dengan Tiongkok.

Bagi Zuckerberg, kecepatan pengembangan dan penerapan AI menjadi bagian dari persaingan teknologi strategis, sehingga proses pengawasan yang terlalu ketat dinilai berpotensi merugikan posisi Amerika Serikat. 

Sebaliknya, Hassabis mengusulkan mekanisme yang menempatkan pengujian keselamatan lebih awal. Dalam esainya pada Juli, dia menyerukan pembentukan badan standar baru yang meniru FINRA untuk menangani risiko AI, termasuk ancaman keamanan siber yang terus berkembang.

Dalam rancangan tersebut, perusahaan dapat secara sukarela menyerahkan model AI untuk diuji hingga 30 hari sebelum peluncuran. Jika terbukti efektif, mekanisme itu dapat diformalkan dan menjadi persyaratan sebelum model digunakan lebih luas di Amerika Serikat.

Editor: Candra Mega Sari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore